Iklan

HARGANAS ke-33 di Sulut, Gubernur Yulius Selvanus Serukan Perang Melawan Krisis Keluarga dan Stunting

Swara Manado News
Senin, 29 Juni 2026, 11:37 WIB Last Updated 2026-06-29T03:37:35Z

MANADO - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menjadikan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat ketahanan keluarga di tengah ancaman era digital, krisis karakter, dan tantangan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.


Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Harganas yang digelar di lingkungan Pemprov Sulut, Senin (29/6).


Dalam amanatnya, Gubernur Yulius menegaskan bahwa keluarga bukan lagi sekadar ruang privat, tetapi benteng utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berkarakter.


“Mari kita jadikan keluarga sebagai pondasi utama pembangunan. Dari keluarga yang sehat, harmonis, dan berkarakter akan lahir generasi Sulawesi Utara yang unggul dan mampu bersaing,” tegasnya.


Pada kesempatan tersebut, Gubernur membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, yang menyoroti ancaman serius terhadap ketahanan keluarga di era modern.


Pemerintah pusat mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital, perubahan sosial, hingga derasnya pengaruh media berbasis algoritma kini menjadi tantangan nyata yang masuk langsung ke ruang keluarga.


Hari Keluarga Nasional disebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi nasional untuk memastikan keluarga Indonesia tetap menjadi tempat yang aman, tangguh, dan mampu melahirkan generasi pemenang.


Dalam sambutan itu juga ditegaskan bahwa Indonesia sedang menghadapi momentum besar Bonus Demografi. Namun peluang tersebut dapat berubah menjadi ancaman sosial apabila kualitas generasi muda gagal dipersiapkan sejak dini.


Karena itu, pemerintah menekankan tiga pilar utama pembangunan keluarga, yakni percepatan penurunan stunting melalui pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, penguatan pendidikan karakter dalam keluarga, serta pembangunan ketahanan mental anak agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan kompetitif.


Sorotan terhadap persoalan stunting menjadi perhatian penting karena dinilai berkaitan langsung dengan kualitas daya saing bangsa di masa depan. Pemerintah menilai pembangunan SDM tidak bisa hanya mengandalkan pendidikan formal, tetapi harus dimulai dari rumah dan pola pengasuhan keluarga.


Selain itu, keluarga juga diminta menjadi benteng moral di tengah perubahan sosial yang semakin kompleks. Ketahanan emosional anak dinilai menjadi faktor penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh tekanan sosial, pergaulan bebas, hingga dampak negatif dunia digital.


Gubernur Yulius juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat, untuk memperkuat sinergi dalam membangun keluarga berkualitas di Sulawesi Utara.


Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas keluarga dan karakter generasi penerus.


Peringatan Harganas ke-33 di Sulut pun menjadi pesan kuat bahwa masa depan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kekuatan keluarga hari ini. Dengan keluarga yang sehat, harmonis, dan tangguh, Sulawesi Utara diyakini mampu melahirkan SDM unggul yang siap menghadapi persaingan global.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • HARGANAS ke-33 di Sulut, Gubernur Yulius Selvanus Serukan Perang Melawan Krisis Keluarga dan Stunting

Terkini

Iklan