Sulawesi Utara - Menjelang pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) di sejumlah desa di Sulawesi Utara, Gubernur Yulius Selvanus SE mengeluarkan pesan tegas kepada seluruh masyarakat agar menjaga persaudaraan, keamanan, dan ketertiban selama proses demokrasi berlangsung.
Menurut Gubernur Yulius Selvanus SE pesta demokrasi di tingkat desa jangan sampai memecah belah hubungan kekeluargaan dan kebersamaan yang selama ini terjalin baik di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan adalah hal biasa dalam demokrasi, namun persatuan dan stabilitas daerah harus tetap menjadi prioritas utama.
“Pemilihan Hukum Tua adalah proses demokrasi untuk memilih pemimpin terbaik di desa. Tetapi jangan karena perbedaan pilihan, masyarakat menjadi terpecah. Persaudaraan harus tetap dijaga,” tegas Gubernur.
Ia juga meminta seluruh calon hukum tua bersama tim pendukung untuk mengedepankan politik santun dan tidak memprovokasi masyarakat dengan isu-isu yang dapat memicu konflik sosial. Aparat keamanan serta pemerintah daerah pun diminta aktif melakukan pengawasan guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Gubernur menekankan bahwa stabilitas keamanan desa menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat menahan diri dan menghormati hasil pemilihan nantinya.
“Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Mari sukseskan Pilhut dengan damai, bermartabat, dan penuh rasa persaudaraan,” ujarnya.
Pesan tersebut mendapat perhatian luas masyarakat Sulawesi Utara di tengah meningkatnya dinamika politik desa menjelang pemungutan suara. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap seluruh tahapan Pilhut dapat berjalan lancar tanpa gesekan maupun gangguan kamtibmas.


