Iklan

“Di Bawah Komando Jenderal Yulius Selvanus, Semangat Bhayangkara dan Jiwa Korsa Bergelora di Mapolda Sulut”

Swara Manado News
Rabu, 01 Juli 2026, 13:31 WIB Last Updated 2026-07-01T05:31:20Z


MANADO - Pagi itu langit di atas Lapangan Mapolda Sulawesi Utara tampak cerah. Barisan pasukan berdiri tegak. Langkah demi langkah terdengar serempak memecah suasana, sementara sorot mata seluruh peserta upacara tertuju pada satu sosok yang berdiri penuh wibawa di mimbar kehormatan.


Dialah Yulius Selvanus SE, Gubernur Sulawesi Utara yang juga mantan perwira tinggi TNI berpangkat Mayjen. Dalam balutan seragam dinas upacara berwarna putih, ia tampil tegap memimpin jalannya peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Rabu (1/7/2026).


Bukan sekadar seremoni tahunan, momentum itu berubah menjadi panggung penghormatan terhadap nilai disiplin, loyalitas, dan jiwa korsa yang selama puluhan tahun melekat dalam perjalanan pengabdian seorang prajurit.


Setiap aba-aba terdengar tegas. Gerakan pasukan berjalan presisi. Di bawah komando sang jenderal, suasana upacara terasa khidmat sekaligus penuh energi kebangsaan.


Bagi banyak tamu undangan yang hadir, penampilan Yulius Selvanus menghadirkan nuansa berbeda. Sosoknya tidak hanya tampil sebagai kepala daerah, tetapi juga figur pemimpin lapangan yang terbiasa hidup dalam ritme disiplin militer.


Di hadapan jajaran, Forkopimda, unsur TNI, tokoh masyarakat, hingga tamu undangan, Gubernur membacakan amanat Presiden Republik Indonesia.


Pesan Presiden menekankan pentingnya Polri yang profesional, modern, dan semakin dekat dengan rakyat di tengah tantangan keamanan yang terus berkembang.


Namun di balik pembacaan amanat itu, tersimpan pesan yang lebih dalam. Hari Bhayangkara, bagi Yulius Selvanus, bukan hanya tentang bertambahnya usia institusi kepolisian, melainkan tentang pentingnya menjaga kekuatan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri sebagai fondasi utama stabilitas daerah.

Sebab tanpa keamanan, pembangunan tidak akan pernah berjalan maksimal.


Usai upacara, suasana mendadak berubah hangat. Bersama Pangdam XIII/Merdeka, Gubernur memberikan kejutan kepada jajaran Polda Sulut sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi Korps Bhayangkara.


Tawa dan tepuk tangan pecah di tengah suasana yang sebelumnya berlangsung formal. Sebuah momen sederhana, namun sarat makna kebersamaan antara unsur pemerintah, TNI, dan Polri.


Kepada awak media, Yulius Selvanus menyampaikan apresiasi sekaligus optimismenya terhadap masa depan Polri, terlebih setelah lahirnya regulasi baru yang memperkuat institusi tersebut.


“Untuk Polri di Sulut, saya bergembira. Apalagi di hari ulang tahun ke-80 Bhayangkara, Polri mendapat hadiah berupa undang-undang Polri yang baru. Itu hadiah yang manis buat Polri dan khususnya Polda Sulut,” ujar Yulius.


Pernyataan itu merujuk pada lahirnya yang diharapkan mampu memperkuat transformasi Polri menghadapi tantangan keamanan modern, mulai dari kejahatan siber hingga dinamika sosial masyarakat.


Di tengah perubahan zaman, Yulius menegaskan satu hal yang tidak boleh berubah: polisi harus tetap hadir sebagai pelindung rakyat.


“Polisi tetap milik rakyat, polisi untuk rakyat, polisi harus mengabdi. Sukses menjalankan tugas pokoknya dan tetap dicintai rakyat,” tegasnya.


Kalimat itu terdengar sederhana, namun menggambarkan harapan besar agar Korps Bhayangkara terus menjaga profesionalisme sekaligus kedekatan dengan masyarakat.


Ketika upacara usai dan barisan mulai membubarkan diri, sosok Yulius Selvanus masih tampak berdiri tegap di tengah lapangan. Balutan seragam putih yang dikenakannya seolah menjadi simbol bahwa kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, tetapi tentang disiplin, loyalitas, dan keteladanan.


Nilai-nilai itulah yang terus ia bawa dalam memimpin Sulawesi Utara — menjaga daerah tetap aman, memperkuat persatuan, dan memastikan pembangunan berjalan menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • “Di Bawah Komando Jenderal Yulius Selvanus, Semangat Bhayangkara dan Jiwa Korsa Bergelora di Mapolda Sulut”

Terkini

Iklan