MANADO, 20 Juli 2026 – Gubernur Sulawesi Utara menyampaikan arahan resmi kepada seluruh kepala SMA, SMK dan SLB se-Sulut pada pertemuan khusus hari ini, mencakup apresiasi keberhasilan MPLS 2026 hingga kebijakan strategis pendidikan daerah.
Gubernur memberikan apresiasi tertinggi atas pelaksanaan MPLS 2026 yang berjalan aman, tertib dan kondusif. Ia memuji komitmen guru menghadirkan masa transisi siswa yang humanis, menyenangkan, ramah anak serta bebas kekerasan fisik maupun tekanan psikologis.
Pemerintah provinsi menetapkan komitmen mutlak nol toleransi perundungan atau zero bullying di seluruh satuan pendidikan. Seluruh sekolah diwajibkan mengaktifkan sepenuhnya Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK). Kepala sekolah dilarang keras menutupi kasus kekerasan demi nama baik sekolah; setiap masalah harus diselesaikan secara transparan, adil dan berpihak pada korban.
Kepala sekolah ditegaskan sebagai penggerak utama mutu pendidikan, bukan sekadar petugas administrasi. Mereka dituntut menjaga profesionalitas tata kelola dana BOS dan BOSDA agar transparan, akuntabel dan bebas penyimpangan. Selain itu, seluruh sekolah wajib memastikan tidak ada anak usia sekolah yang putus sekolah guna mencapai target zero drop-out.
Pemprov Sulut mendukung penuh pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencetak generasi sehat, cerdas dan bebas stunting. Kepala sekolah diminta memfasilitasi kelancaran program, berkoordinasi dengan penyedia serta menjamin distribusi tertib dan higienis, sekaligus memanfaatkannya membangun kedisiplinan dan pola hidup sehat siswa.
Sekolah juga diamanatkan menjadi benteng karakter siswa menghadapi tantangan era digital. Langkah preventif harus dilakukan untuk melindungi siswa dari bahaya judi online, pinjol ilegal, narkoba dan dampak negatif gawai. Peran Guru BK dioptimalkan, serta kearifan lokal Sitou Timou Tumou Tou dan semangat Torang Samua Basudara dihidupkan kembali.
Bagi kepala SMK, diwajibkan memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan industri serta sertifikasi kompetensi agar lulusan langsung terserap pasar kerja. Kepala SLB diminta meningkatkan fasilitas ramah disabilitas demi menjamin akses pendidikan yang setara dan inklusif.
Gubernur menegaskan seluruh kepala sekolah bekerja dalam satu komando, loyal pada kebijakan pemerintah daerah, serta memiliki mental petarung: pantang menyerah, kreatif mencari solusi dan tidak mudah mengeluh atas kendala.
"Marilah bersinergi, bekerja tulus dan berintegritas demi mencetak generasi emas Sulawesi Utara menuju Indonesia Emas 2045," tutup Gubernur.


