Iklan

Gubernur Yulius Selvanus Tegaskan Komitmen Ekonomi Biru, Sulut Perkuat Kerja Sama Internasional dengan Uni Eropa

Swara Manado News
Sabtu, 18 Juli 2026, 10:09 WIB Last Updated 2026-07-18T02:09:07Z


MANADO
– Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mempertegas komitmennya dalam pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan melalui implementasi kebijakan ekonomi biru nasional.


Komitmen tersebut disampaikan langsung Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, saat menerima kunjungan resmi delegasi Uni Eropa, KFW Development Bank, pemerintah pusat, dan Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Jumat (17/7/2026).


Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus menyebut kehadiran para delegasi merupakan bentuk nyata dukungan internasional terhadap upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Utara.


"Kunjungan ini merupakan suatu kehormatan bagi kami. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian semakin memperkuat sinergi internasional dalam mendukung agenda keberlanjutan global di daerah kami," ujar Gubernur.


Ia menjelaskan, Sulawesi Utara memiliki karakteristik wilayah yang didominasi lautan, dengan sekitar 73 persen wilayah berupa perairan yang menjadi sumber kehidupan bagi lebih dari 2,6 juta penduduk. Di sisi lain, perekonomian daerah juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 5,66 persen pada 2025.


Gubernur mengungkapkan, hingga pertengahan 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah menetapkan kawasan konservasi perairan seluas 239.373,79 hektare sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem terumbu karang dan keanekaragaman hayati laut.


Selain itu, sektor perikanan tangkap ramah lingkungan yang mengandalkan metode tradisional seperti handline dan pole and line terus berkembang. Sektor tersebut mampu mencatat nilai ekspor hingga 140 juta dolar Amerika Serikat dengan Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang stabil di angka 112.


Menurut Gubernur, seluruh potensi kelautan tersebut dikelola dengan prinsip keberlanjutan dan sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui kebijakan ekonomi biru.


"Laut bagi kami bukanlah pemisah, melainkan urat nadi kehidupan dan masa depan. Karena itu, visi pembangunan Sulawesi Utara selaras dengan kebijakan ekonomi biru nasional," tegasnya.


Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengapresiasi kemitraan antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, WCS Indonesia, Uni Eropa, dan KFW yang telah berjalan sejak 2020. Program tersebut dinilai berhasil memberdayakan 29 desa serta melatih 37 kelompok masyarakat pesisir dalam mendukung pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.


Keberhasilan program itu turut mendorong perkembangan sektor ekowisata, termasuk mengantarkan Desa Budo meraih penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik Nasional. Posisi Kota Manado sebagai pusat Sekretariat Regional Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) juga semakin memperkuat peran Sulawesi Utara dalam kerja sama konservasi kawasan.


Menutup sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus berharap kemitraan dengan berbagai lembaga internasional terus diperluas untuk memperkuat ketahanan ekosistem laut, menghadapi dampak perubahan iklim, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara inklusif dan berkelanjutan.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Gubernur Yulius Selvanus Tegaskan Komitmen Ekonomi Biru, Sulut Perkuat Kerja Sama Internasional dengan Uni Eropa

Terkini

Iklan