MANADO – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara menegaskan tidak tinggal diam menyikapi keluhan masyarakat terkait kondisi jalan berlubang di kawasan Simpang Ring Road Winangun, Kota Manado, yang belakangan menjadi sorotan karena dinilai memicu kemacetan dan membahayakan pengguna jalan.
Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah I BPJN Sulut, Ringgo Radetyo, menjelaskan bahwa pihaknya telah beberapa kali melakukan penanganan pada titik kerusakan tersebut. Bahkan, sepanjang tahun 2026, perbaikan telah dilakukan sebanyak tiga kali.
"Perbaikan tetap kami lakukan secepatnya. Tahun ini sudah tiga kali dilakukan penanganan di lokasi tersebut," ujar Ringgo.
Menurutnya, kerusakan yang terus berulang bukan disebabkan oleh kualitas pekerjaan perbaikan jalan, melainkan diduga akibat kebocoran jaringan pipa air bersih yang berada di bawah badan jalan.
Ia menjelaskan, rembesan air yang terus-menerus mengalir ke lapisan konstruksi jalan mengakibatkan fondasi perkerasan melemah sehingga aspal mudah rusak dan kembali berlubang meski telah ditambal.
"Lubang terus muncul karena masih ada kebocoran pipa air. Kami sudah berulang kali melakukan penambalan," tegasnya.
BPJN Sulut pun berharap adanya langkah cepat dari pihak perusahaan daerah air minum untuk memperbaiki sumber kebocoran agar penanganan jalan dapat memberikan hasil yang lebih maksimal dan bertahan dalam jangka panjang.
Ringgo mengungkapkan bahwa persoalan tersebut sebelumnya telah disampaikan secara resmi kepada pihak terkait melalui surat, sebagai bentuk koordinasi agar penanganan dilakukan secara terpadu.
Selain memastikan perbaikan jalan kembali dilakukan dalam waktu dekat, BPJN juga mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi lintas instansi. Menurutnya, penyelesaian permanen hanya dapat terwujud apabila kebocoran jaringan pipa terlebih dahulu ditangani, sehingga kerusakan jalan tidak terus berulang.
Dengan perbaikan yang segera dilakukan, BPJN berharap arus lalu lintas di kawasan Simpang Ring Road Winangun kembali lancar serta keselamatan dan kenyamanan masyarakat sebagai pengguna jalan tetap terjaga.


