Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Iklan

Gubernur Yulius Pilih Rica Probolinggo, Ini Alasan Pemprov Sulut

Swara Manado News
Selasa, 15 September 2026, 17:01 WIB Last Updated 2026-09-15T09:01:38Z


SULUT -
 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memilih Probolinggo, Jawa Timur, sebagai sumber pasokan cabai atau rica untuk mengintervensi harga di pasar.


Kebijakan tersebut dilakukan atas arahan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, menyusul tingginya harga cabai yang turut memberikan tekanan terhadap inflasi daerah.


Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sulut, Jemmy Ringkuangan, mengatakan Probolinggo dipilih dengan sejumlah pertimbangan, terutama karena karakteristik cabainya dinilai sesuai dengan cabai yang selama ini dikonsumsi masyarakat Sulawesi Utara.


“Karakteristik cabai dari Probolinggo ini sama persis dengan cabai Gorontalo. Rasa dan tingkat kepedasannya sangat cocok untuk lidah masyarakat Sulawesi Utara,” ujar Jemmy kepada Kawanuainfo.com usai menghadiri Rapat Banggar DPRD Sulut, Selasa (15/9/2026).


Menurut Jemmy, faktor lainnya adalah kebutuhan mendapatkan pasokan dari daerah penghasil dengan harga di tingkat petani yang lebih memungkinkan untuk dilakukan intervensi.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Sulut, Rahel Rotinsulu, mengatakan pasokan cabai dari Gorontalo saat ini terbatas. Kondisi tersebut turut menyebabkan cabai menjadi salah satu komoditas yang mendorong inflasi.


Sementara itu, harga cabai di tingkat petani lokal Sulut telah mencapai sekitar Rp60.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai menyulitkan pemerintah menjaga harga jual sesuai acuan maksimal Rp57.000 per kilogram.


“Di Gorontalo saat ini pasokannya terbatas dan cabai di sana juga menjadi pendorong utama inflasi. Selain itu, kita harus mencari daerah penghasil dengan harga petani yang masih di bawah,” kata Rahel.


Atas kondisi tersebut, Pemprov Sulut mencari alternatif pasokan dari daerah lain. Probolinggo dipilih karena selain memiliki karakter cabai yang sesuai dengan kebutuhan pasar Sulut, harga di tingkat sumber dinilai lebih memungkinkan untuk menopang intervensi setelah memperhitungkan biaya distribusi dan margin perdagangan.


Tahap awal, sebanyak 2,4 ton cabai dari Probolinggo telah didatangkan melalui jalur udara dan langsung disalurkan ke empat lokasi, yakni Pasar Bersehati, Pinasungkulan Karombasan, Airmadidi, dan Amurang.


Pemprov Sulut menyatakan intervensi pasokan akan dilakukan secara berkala dengan menyesuaikan perkembangan harga dan ketersediaan cabai di pasar.


Jemmy menegaskan langkah tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan melindungi daya beli masyarakat.


“Langkah mitigasi ini akan terus berkelanjutan secara berkala. Kami pastikan pemerintah terus hadir untuk menstabilkan harga pangan dan melindungi daya beli masyarakat,” pungkasnya.

👁️ Dilihat: hitwebcounter.com/
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Gubernur Yulius Pilih Rica Probolinggo, Ini Alasan Pemprov Sulut

Terkini

Iklan