MANADO – Kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, kembali mendapat apresiasi melalui komitmennya memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Hal itu terlihat saat Gubernur menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (14/7/2026), yang membahas pengambilan keputusan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, penyampaian KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027, serta Ranperda Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan Wabah Penyakit Menular.
Dalam pidatonya, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah bukan sekadar memenuhi ketentuan administrasi, melainkan bentuk nyata pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat. Menurutnya, setiap kebijakan dan penggunaan anggaran harus dilaksanakan secara terbuka, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Pertanggungjawaban APBD adalah bentuk penghormatan kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada pemerintah dalam mengelola keuangan daerah. Karena itu, transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama," tegas Gubernur.
Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat sinergi dengan DPRD sebagai mitra strategis dalam membangun sistem pemerintahan yang sehat. Berbagai masukan dan rekomendasi legislatif, termasuk hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), disebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah pada masa mendatang.
Komitmen tersebut juga tercermin dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Tahun 2027 yang disusun secara hati-hati di tengah tantangan ketidakpastian fiskal nasional. Gubernur memastikan pelayanan dasar kepada masyarakat tetap menjadi prioritas, sembari mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk memperkuat kemandirian fiskal Sulawesi Utara.
Visi besar "Menuju Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan" terus diwujudkan melalui delapan prioritas pembangunan, mulai dari penguatan tata kelola pemerintahan yang berintegritas, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi daerah, ketahanan pangan dan energi, hingga peningkatan akuntabilitas pengelolaan keuangan.
Tak hanya fokus pada pembangunan ekonomi, Gubernur Yulius Selvanus juga menunjukkan perhatian terhadap sektor kesehatan masyarakat melalui pengajuan Ranperda Penanggulangan Kejadian Luar Biasa dan Wabah Penyakit Menular. Regulasi tersebut diproyeksikan menjadi landasan hukum yang kuat agar pemerintah daerah mampu bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam menghadapi ancaman wabah di masa depan.
Melalui kepemimpinan yang mengedepankan integritas, kolaborasi, dan keberlanjutan, Gubernur Yulius Selvanus dinilai berhasil membawa arah pembangunan Sulawesi Utara semakin terukur. Langkah-langkah yang ditempuh tidak hanya memperkuat fondasi fiskal daerah, tetapi juga memberikan optimisme bagi terwujudnya pemerintahan yang bersih, profesional, dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat.


