Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Iklan

Duka Kotamobagu, KANNI Sulut Desak Tragedi Drag Race Jadi Momentum Evaluasi Keselamatan

Swara Manado News
Selasa, 11 Agustus 2026, 12:06 WIB Last Updated 2026-08-11T04:06:31Z


KOTAMOBAGU
 - Tangis dan duka masih menyelimuti Kota Kotamobagu dan Bolaang Mongondow Raya (BMR). Tragedi dalam kegiatan drag race yang menelan korban jiwa meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban sekaligus menggugah keprihatinan berbagai pihak.


Di tengah suasana berkabung itu, suara duka datang dari Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia (KANNI) Sulawesi Utara. Melalui Bagian Investigasi, Chandra E. Damopolii menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban.


Saat menyampaikan pernyataannya kepada wartawan melalui WhatsApp, Senin (10/8/2026), Chandra mengaku dirinya sedang berada di luar daerah. Namun, kabar tragedi tersebut tetap menjadi perhatian serius baginya.


“Saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi dalam kegiatan drag race di Kotamobagu. Ini adalah tragedi yang sangat menyedihkan dan tentu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga para korban,” ujar Chandra.


Tragedi tersebut dilaporkan menyebabkan delapan orang meninggal dunia dan sembilan lainnya mengalami luka-luka.


Bagi Chandra, angka tersebut bukan sekadar statistik. Di balik setiap korban terdapat keluarga, orang-orang terdekat dan kehidupan yang seketika berubah akibat sebuah peristiwa yang tidak pernah mereka bayangkan.


Ia turut mendoakan para korban yang meninggal dunia serta mereka yang masih menjalani perawatan medis.


“Untuk saudara-saudara kita yang sedang menjalani perawatan, saya berharap mendapatkan penanganan terbaik dan segera diberikan kesembuhan. Kepada keluarga korban yang meninggal dunia, semoga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” tuturnya.


Menurut Chandra, rasa duka tidak boleh berhenti sebatas ucapan belasungkawa. Tragedi tersebut, kata dia, harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan kegiatan otomotif maupun olahraga yang memiliki tingkat risiko tinggi.


Ia menegaskan bahwa olahraga otomotif pada dasarnya dapat menjadi ruang positif bagi masyarakat. Namun, keselamatan peserta dan penonton harus menjadi fondasi utama.


“Kita tentu mendukung kegiatan olahraga dan otomotif yang positif bagi masyarakat. Tetapi standar keselamatan penonton, peserta, panitia dan seluruh pihak yang terlibat harus menjadi prioritas utama untuk keselamatan bersama,” tegasnya.


Chandra meminta pihak terkait tidak hanya melihat peristiwa dari sisi kecelakaan semata. Berbagai aspek harus diperiksa secara menyeluruh, mulai dari kelayakan lokasi, tata letak lintasan, jarak aman penonton, sistem pengamanan, kesiapan petugas medis dan ambulans, prosedur keadaan darurat hingga aspek perizinan dan pengawasan.


Menurutnya, kegiatan yang berpotensi menghadirkan risiko terhadap keselamatan publik harus melalui kajian yang matang sebelum digelar.


“Tragedi ini harus menjadi bahan evaluasi. Ke depan, kegiatan serupa harus benar-benar dilaksanakan dengan kajian yang komprehensif. Keselamatan manusia tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan kegiatan apa pun,” katanya.


Di tengah suasana duka, Wali Kota Kotamobagu Wenny Gaib, Wakil Wali Kota Rendy V. Mangkat, bersama Kapolres Kotamobagu turut mendampingi Kapolda Sulawesi Utara melayat ke rumah duka para korban.


Kehadiran pemerintah daerah dan jajaran kepolisian menjadi bagian dari respons terhadap tragedi yang mengguncang masyarakat Kotamobagu dan BMR.


Namun, setelah suasana duka dan penghormatan kepada para korban, perhatian publik kini bergeser pada proses penyelidikan dan evaluasi atas rangkaian peristiwa yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.


Publik berharap seluruh aspek penyelenggaraan kegiatan diperiksa secara transparan, objektif dan profesional.


Jika dalam proses penyelidikan nantinya ditemukan adanya dugaan kelalaian atau pelanggaran terhadap ketentuan keselamatan maupun perizinan, Chandra menilai proses hukum harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.


Bagi KANNI Sulut, tragedi tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.


Sebab, di balik setiap kegiatan yang mengundang kerumunan dan menghadirkan kendaraan berkecepatan tinggi, ada satu hal yang tidak boleh ditawar: keselamatan manusia.


Dan ketika sebuah kegiatan berakhir dengan hilangnya nyawa, maka pertanyaan tentang bagaimana tragedi itu bisa terjadi harus dijawab secara terang bukan untuk mencari kambing hitam, tetapi agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.


KANNI Sulut menegaskan, keselamatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama dan tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan kegiatan apa pun.

👁️ Dilihat: hitwebcounter.com/
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Duka Kotamobagu, KANNI Sulut Desak Tragedi Drag Race Jadi Momentum Evaluasi Keselamatan

Terkini

Iklan