Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Iklan

Gubernur YSK: Menabung Bukan Sisa Uang, Tapi Latihan Membentuk Karakter Generasi Muda

Swara Manado News
Kamis, 20 Agustus 2026, 15:25 WIB Last Updated 2026-08-20T07:25:28Z


MANADO
— Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) menegaskan kebiasaan menabung harus ditanamkan sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kemandirian generasi muda.


Pesan itu disampaikan YSK saat menghadiri Acara Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026 di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Kamis (20/8/2026).


Mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”, YSK mengatakan menabung bukan sekadar menyisihkan uang yang tersisa. Menurutnya, kebiasaan tersebut melatih kedisiplinan, kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun perencanaan keuangan untuk masa depan.


“Memiliki rekening hanyalah pintu masuk. Tujuan utama kita adalah membentuk generasi yang cakap menyusun perencanaan keuangan, peka terhadap risiko finansial, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab,” tegas YSK.


YSK juga menyoroti kesenjangan antara akses dan pemahaman keuangan di kalangan pelajar dan mahasiswa.


Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat inklusi keuangan kelompok pelajar dan mahasiswa telah mencapai 92,76 persen. Namun, tingkat literasi keuangan masih berada pada angka 62,72 persen.


Menurut YSK, tingginya akses terhadap layanan keuangan harus diikuti kemampuan mengelola dan melindungi aset secara bijak.


Di Sulawesi Utara, upaya memperluas edukasi dan inklusi keuangan menunjukkan capaian positif. Sebanyak 119 kegiatan edukasi keuangan telah dilaksanakan di 12 kabupaten/kota dengan menjangkau lebih dari 90 ribu peserta.


Sementara dari sisi inklusi, tercatat sekitar 41 ribu rekening pelajar baru dibuka dengan akumulasi nilai tabungan mencapai Rp18,38 miliar.


Namun, YSK mengingatkan capaian tersebut tidak boleh berhenti pada angka statistik. Rekening yang telah dibuka harus tetap aktif dan berkembang, sedangkan pengetahuan keuangan harus diterapkan menjadi kebiasaan sehari-hari.


Kepada pelajar dan mahasiswa, YSK menitipkan tiga kebiasaan penting. Pertama, menyisihkan uang untuk tabungan sejak menerima uang, bukan menunggu ada sisa. Kedua, mengutamakan kebutuhan daripada keinginan impulsif. Ketiga, menjadi duta literasi keuangan bagi keluarga, sekolah, kampus dan lingkungan sekitar.


“Dari kebiasaan kecil yang konsisten akan lahir kemandirian pribadi; dari kemandirian pribadi tumbuh keluarga yang tangguh; dan dari keluarga yang tangguh terwujudlah Sulawesi Utara yang maju, produktif, dan sejahtera,” ujar YSK.


Untuk memperkuat gerakan tersebut, Pemprov Sulut menyiapkan empat arah kebijakan, yakni memperluas inklusi keuangan sejak dini melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), memperkuat literasi keuangan produktif, meningkatkan kecakapan keuangan digital, serta memperkuat perlindungan konsumen dan kepastian hukum.


YSK menegaskan keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi pemerintah, sekolah, keluarga, industri jasa keuangan dan generasi muda.


Ia juga meminta edukasi keuangan tidak hanya berpusat di wilayah perkotaan, tetapi diperluas hingga daerah kepulauan dan desa-desa di Sulawesi Utara.


Momentum Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 diharapkan menjadi langkah memperkuat generasi muda Sulut agar cerdas mengelola keuangan, gemar menabung, produktif dan berintegritas dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.


👁️ Dilihat: hitwebcounter.com/
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Gubernur YSK: Menabung Bukan Sisa Uang, Tapi Latihan Membentuk Karakter Generasi Muda

Terkini

Iklan