Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Iklan

Gubernur Yulius Wanti-Wanti Kekeringan dan Karhutla, Penyuluh Diminta Bergerak Cepat

Swara Manado News
Kamis, 20 Agustus 2026, 12:41 WIB Last Updated 2026-08-20T04:41:28Z


MANADO
— Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus meminta seluruh penyuluh pertanian meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang memicu kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Pesan tersebut disampaikan Yulius saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pembangunan Pertanian sekaligus Apel Siaga Penyuluh Pertanian se-Sulut di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Kamis (20/8/2026).


Yulius menegaskan, kondisi kekeringan yang terjadi saat ini telah menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah. Penurunan intensitas hujan sejak akhir Mei 2026 mulai berdampak terhadap lahan pertanian di sejumlah wilayah.


“Hari ini hampir 1.000 hektar lebih lahan kita terdampak kekeringan hingga terjadi kebakaran hutan dan lahan. Ini ancaman serius bagi dunia pertanian kita, karena berpotensi memicu inflasi dan kekurangan pangan jika tidak segera kita atasi bersama,” tegas Yulius.


Sedikitnya delapan kabupaten dan kota di Sulut kini menghadapi persoalan kekeringan dan krisis air. Pemerintah daerah telah menyalurkan sejumlah bantuan untuk mengantisipasi dampak tersebut, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pompa air.


Pemprov Sulut juga berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) guna mempercepat penanganan dan perbaikan infrastruktur irigasi yang terdampak kondisi kekeringan.


Menurut Yulius, kondisi geografis Sulut yang didominasi wilayah pegunungan dan perbukitan menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan sektor pertanian. Luas daratan Sulut disebut hanya sekitar 33 persen dari total wilayah.


Karena itu, Yulius meminta penyuluh pertanian tidak hanya menjalankan fungsi pendampingan, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang sesuai dengan kondisi di lapangan.


Penyuluh didorong lebih aktif mendampingi kelompok tani, petani milenial hingga kelompok petani perempuan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah perubahan kondisi cuaca.


Yulius menegaskan, Rakerda Pembangunan Pertanian harus menghasilkan rumusan kebijakan dan langkah konkret untuk mewujudkan Sulawesi Utara yang mandiri pangan.


“Kalian adalah garda terdepan. Jika menemukan kendala kekeringan dan karhutla di lapangan, segera laporkan! Jangan diam, agar kita bisa melakukan tindakan cepat dan koordinasi lintas sektor,” kata Yulius.


Peringatan tersebut menjadi penegasan bahwa ancaman kekeringan dan karhutla tidak hanya menyangkut lingkungan, tetapi juga berpotensi berdampak langsung terhadap produksi pangan dan stabilitas harga di Sulawesi Utara.

👁️ Dilihat: hitwebcounter.com/
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Gubernur Yulius Wanti-Wanti Kekeringan dan Karhutla, Penyuluh Diminta Bergerak Cepat

Terkini

Iklan