Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Iklan

Kemarau Mengering, Angin Menguat: Pemdes Kolongan Satu Ingatkan Warga Jangan Main Api

Swara Manado News
Sabtu, 29 Agustus 2026, 08:34 WIB Last Updated 2026-08-29T00:34:58Z


MINAHASA
— Musim kemarau mulai membawa tantangan tersendiri bagi masyarakat Desa Kolongan Satu, Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa. Tanah yang mengering dan tiupan angin yang cukup kencang membuat potensi kebakaran semakin mudah terjadi.


Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Kolongan Satu mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama membakar lahan maupun sampah tanpa pengawasan.


Imbauan itu disampaikan langsung Hukum Tua Desa Kolongan Satu, Marthen Tambalean. Ia mengajak masyarakat untuk tidak menunggu bencana terjadi, tetapi melakukan pencegahan sejak dini.


Menurut Marthen, kondisi kemarau menyebabkan sebagian wilayah mengalami kekeringan. Situasi tersebut diperparah dengan tiupan angin yang dapat membuat api dengan cepat merambat apabila terjadi kebakaran.


“Dampak kemarau ini, terjadi kekeringan di hampir semua tempat. Ditambah lagi tiupan angin kencang. Untuk itu, warga Kolongan Satu sebaiknya mewaspadai bencana kebakaran,” imbau Marthen.


Ia secara khusus meminta warga tidak sembarangan membakar lahan kemudian meninggalkan api begitu saja. Kebiasaan tersebut dinilai berisiko, terlebih ketika kondisi lingkungan sedang kering.


“Jangan sembarang membakar lahan lalu dibiarkan begitu saja. Karena banyak kebakaran lahan akibat kesengajaan atau kelalaian manusia,” tegasnya.


Bagi Pemdes Kolongan Satu, menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas pemadam kebakaran. Masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan rumah, kebun, dan lahan pertanian tetap aman selama musim kemarau.


“Mari bersama-sama menjaga lingkungan rumah kita, dan lahan pertanian kita agar tetap aman dari bahaya kebakaran,” ujarnya.


Marthen juga mengingatkan sejumlah hal sederhana yang sering dianggap sepele, namun dapat menjadi pemicu kebakaran. Di antaranya korsleting listrik, lupa mematikan kompor ketika meninggalkan rumah atau tertidur, membakar sampah tanpa pengawasan, membuang puntung rokok sembarangan, hingga membakar lahan tanpa memastikan api benar-benar padam.


Ia berharap kewaspadaan tersebut menjadi kebiasaan bersama masyarakat Kolongan Satu, sehingga musim kemarau tidak berubah menjadi ancaman bagi keselamatan warga dan lingkungan.


Jika menemukan tanda-tanda atau potensi kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat pemerintah desa maupun petugas terdekat agar dapat ditangani sedini mungkin.


“Bila terjadi potensi kebakaran, agar segera menghubungi aparat pemerintah, atau petugas terdekat,” pungkas Marthen. (Jem)

👁️ Dilihat: hitwebcounter.com/
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kemarau Mengering, Angin Menguat: Pemdes Kolongan Satu Ingatkan Warga Jangan Main Api

Terkini

Iklan