Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Iklan

Maulid Nabi di Masjid Raya Ahmad Yani, Pemprov Sulut Tegaskan Nilai Keteladanan Harus Berbuah Kepedulian

Swara Manado News
Selasa, 25 Agustus 2026, 20:18 WIB Last Updated 2026-08-25T12:18:03Z


MANADO
— Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Raya Ahmad Y moani, Manado, Selasa (25/8/2026), tidak sekadar menjadi momentum keagamaan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan bahwa keteladanan Rasulullah SAW harus diterjemahkan menjadi kepedulian sosial dan pelayanan nyata bagi masyarakat.



Pesan tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Gubernur Sulut Dr. Victor Mailangkay, S.H., M.H.



Mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW dalam Semangat Torang Samua Basudara Mewujudkan Sulut yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan”, peringatan Maulid diarahkan menjadi momentum memperkuat nilai kejujuran, keadilan, integritas dan kepedulian sosial.



Gubernur menekankan, nilai spiritual tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai tersebut harus hadir dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam pelayanan publik dan pembangunan daerah.



“Nabi Muhammad SAW adalah teladan agung dalam membangun kejujuran dan keadilan. Nilai-nilai universal inilah yang harus kita tarik ke dalam ranah pelayanan masyarakat agar pembangunan di Sulawesi Utara benar-benar menyentuh aspek kemanusiaan,” demikian pesan Gubernur dalam sambutan yang dibacakan Wagub Victor.



Semangat “Torang Samua Basudara” kembali ditekankan sebagai kekuatan moral dalam menjaga persaudaraan di tengah keberagaman Sulawesi Utara.




Menurut Gubernur, kepemimpinan tidak cukup hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi. Pembangunan harus mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung masyarakat.


Karena itu, momentum Maulid turut diisi dengan sejumlah kegiatan sosial, antara lain pemeriksaan kesehatan gratis, pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis, serta Gerakan Pangan Murah.


Program tersebut dinilai menjadi bentuk konkret menerjemahkan pesan keagamaan ke dalam aksi sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.


Gubernur juga mengingatkan bahwa rumah ibadah, baik masjid, gereja, pura maupun vihara, memiliki peran strategis sebagai benteng moral dan pusat pembentukan karakter masyarakat.


Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, akademisi serta lembaga keagamaan memperkuat kepedulian melalui semangat “Baku Bantu, Baku Jaga, dan Baku Sayang.”


Peringatan Maulid berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah unsur penting, di antaranya jajaran Forkopimda Sulut, Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulut Ulyas Taha, Ketua Panitia Pelaksana Lukman Lapadengan, tokoh agama, pejabat sipil, TNI-Polri serta jajaran Badan Takmir Masjid.


Turut hadir Bara Prima dalam kegiatan tersebut.

Tausiyah Maulid disampaikan Ustadz KH. Yaser Bin Salim Bachmid, Lc., yang menguatkan pesan tentang pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus menjaga kerukunan di tengah kemajemukan masyarakat Sulawesi Utara.


Pemprov Sulut berharap semangat Maulid Nabi tidak berhenti setelah acara berakhir. Keteladanan Rasulullah diharapkan terus menjadi energi untuk memperkuat persaudaraan, memperluas kepedulian sosial dan menghadirkan pelayanan publik yang berkeadilan.


Dengan demikian, pesan Maulid bukan sekadar dikenang, tetapi diwujudkan dalam kerja nyata untuk membangun Sulawesi Utara yang maju, sejahtera dan berkelanjutan.

👁️ Dilihat: hitwebcounter.com/
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Maulid Nabi di Masjid Raya Ahmad Yani, Pemprov Sulut Tegaskan Nilai Keteladanan Harus Berbuah Kepedulian

Terkini

Iklan