MINAHASA TENGGARA — Dugaan praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) kembali mencuat. Kondisi tersebut memicu desakan masyarakat agar kepolisian mengusut tuntas dugaan permainan distribusi BBM subsidi hingga ke pihak yang disebut-sebut sebagai aktor di balik aktivitas tersebut.
Sejumlah nama kini santer disebut di lapangan dan diminta masyarakat untuk turut diperiksa guna memastikan benar atau tidaknya dugaan keterlibatan mereka.
Nama Dylan Ryan Kandoli, yang diketahui merupakan adik Bupati Minahasa Tenggara, disebut-sebut masyarakat sebagai salah satu pemain besar. Informasi yang beredar juga mengaitkan Fikry Damopolii dan Saiful Liu sebagai pihak yang disebut menjalankan aktivitas di lapangan.
Selain itu, muncul nama Riri Abdjulu, yang disebut-sebut memiliki hubungan keluarga dengan salah satu pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara.
Nama Kevin juga ikut menjadi sorotan. Ia disebut masyarakat sebagai salah satu pemain besar dan dikaitkan dengan sebuah dump truck berwarna merah yang sebelumnya sempat viral di salah satu SPBU di Ratahan.
Sementara itu, Vanda Rantung disebut-sebut memiliki peran dalam pengelolaan sejumlah SPBU yang dikaitkan dengan kelompok Kandoli. Bahkan, namanya disebut masyarakat sebagai salah satu pihak yang perlu diperiksa untuk mengungkap dugaan mata rantai penyelewengan BBM subsidi.
Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum yang menyatakan nama-nama tersebut terbukti melakukan tindak pidana.
Polisi Diminta Bongkar Sampai ke Aktor Utama
Masyarakat meminta kepolisian tidak hanya melakukan penindakan terhadap pelaku yang ditemukan di lapangan.
Aparat didorong menelusuri seluruh rantai distribusi, mulai dari pihak yang membeli BBM subsidi, pemilik kendaraan, pemodal, pengatur pembelian, hingga pihak yang diduga menampung atau menerima BBM tersebut.
Data transaksi SPBU, rekaman CCTV, nomor polisi kendaraan, volume pembelian dan pola pengisian berulang dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk mengungkap apakah terdapat jaringan terorganisasi.
“Kalau memang ada permainan, jangan hanya sopir atau operator yang diperiksa. Telusuri siapa yang punya modal dan siapa yang menikmati keuntungan,” demikian desakan masyarakat.
Sorotan juga diarahkan kepada SPBU yang diduga menjadi titik pengisian BBM subsidi dalam jumlah tidak wajar. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, masyarakat berharap pengelola maupun pihak terkait turut dimintai keterangan.
Publik kini menunggu langkah kepolisian untuk memastikan apakah informasi mengenai nama-nama yang beredar tersebut hanya rumor atau memiliki dasar bukti.
Jika benar, bongkar. Jika tidak benar, klarifikasi. Yang pasti, masyarakat meminta dugaan permainan BBM subsidi di Mitra tidak dibiarkan menjadi misteri.


