Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Iklan

PAD Sulut Dibidik Rp8 Triliun, YSK Tantang Birokrasi Bongkar Potensi Daerah

Swara Manado News
Senin, 07 September 2026, 16:19 WIB Last Updated 2026-09-07T08:19:59Z


MANADO
 - Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus memasang target ambisius: Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulut ditingkatkan hingga Rp8 triliun pada 2028, seiring dengan target pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen.


Target tersebut bukan sekadar mengejar angka dalam laporan keuangan. Yulius ingin kekayaan sumber daya alam Sulawesi Utara—mulai dari mineral, kelautan hingga kehutanan—diubah menjadi kekuatan fiskal yang mampu membiayai pembangunan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Pernyataan itu disampaikan Yulius saat memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulut, Senin (7/9/2026), di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut.


Yulius menilai Sulut memiliki potensi ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan capaian PAD saat ini. Salah satu sektor yang menjadi perhatian serius adalah pertambangan mineral.


Dari sektor mineral saja, potensi kontribusinya disebut bisa mencapai sekitar Rp5 triliun.

“Jika potensi mineral dan sumber daya alam ini kita kelola, kita awasi, dan kita berdayakan secara maksimal, PAD kita dari sektor mineral saja bisa menyumbang sekitar Rp5 triliun,” tegas Yulius.


Menurutnya, keberadaan regulasi pemerintah pusat serta penetapan 63 Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Sulawesi Utara harus menjadi momentum untuk menata sekaligus mengoptimalkan potensi pertambangan.


Namun, target Rp8 triliun jelas bukan pekerjaan ringan. Dibutuhkan tata kelola yang kuat, pengawasan ketat serta kemampuan pemerintah daerah memastikan aktivitas ekonomi memberikan kontribusi terhadap kas daerah.


Yulius pun mengingatkan jajaran birokrasi agar tidak hanya terjebak pada pekerjaan administratif dan rutinitas pemerintahan.


Pejabat fungsional yang baru dilantik dituntut menjadi ujung tombak perubahan.

“Kalian adalah pasukan inti di lapangan. Mari kita bersama-sama bekerja keras, menjaga kejujuran, dan mengoptimalkan seluruh potensi daerah demi kemakmuran masyarakat Sulawesi Utara,” ujarnya.


Di sisi lain, target PAD tersebut berjalan beriringan dengan ambisi Yulius mendorong pertumbuhan ekonomi Sulut hingga 8 persen pada 2028. Saat ini pertumbuhan ekonomi Sulut disebut masih berada di kisaran 5 persen.


Sejumlah indikator pembangunan juga menjadi modal pemerintah daerah, antara lain Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 76,32, tingkat literasi pendidikan 99,9 persen dan angka harapan hidup 73,44 tahun.


Kini tantangannya adalah membuktikan apakah potensi besar tersebut benar-benar mampu dikonversi menjadi penerimaan daerah.


Rp8 triliun bukan lagi sekadar target di atas kertas. Bagi YSK, angka itu menjadi ujian sejauh mana Pemprov Sulut mampu mengelola kekayaan daerah menjadi sumber pembiayaan pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

👁️ Dilihat: hitwebcounter.com/
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • PAD Sulut Dibidik Rp8 Triliun, YSK Tantang Birokrasi Bongkar Potensi Daerah

Terkini

Iklan