Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Iklan

Trauma yang Belum Usai, YSK Kenang Pengalaman Ditolak Saat Hendak Beribadah

Swara Manado News
Jumat, 25 September 2026, 13:28 WIB Last Updated 2026-09-25T05:28:27Z


MANADO
— Di tengah suasana khidmat pembukaan Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) ke-82 Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) membuka kembali sebuah pengalaman pribadi yang hingga kini disebutnya masih membekas.


Bukan tentang politik semata, melainkan tentang sebuah ruang ibadah yang menurut YSK pernah tertutup baginya.


Pengalaman itu terjadi saat Pilkada Sulawesi Utara 2024. YSK mengaku pernah ditolak ketika hendak beribadah di sebuah gereja. Bahkan, ia menyebut dirinya tidak diperkenankan masuk meski saat itu merupakan hari Minggu.


Pengakuan tersebut disampaikan YSK ketika membuka SMSI ke-82 GMIM di Manado Convention Center & Mission Center GMIM, Kamis (24/9/2026).

“Saya Gubernurmu hari ini masih ada trauma,” ujar YSK.


Pernyataan itu disampaikan bukan dengan nada untuk membuka kembali perbedaan masa lalu, melainkan sebagai refleksi terhadap kehidupan bergereja dan pelayanan di tengah masyarakat yang memiliki pilihan serta latar belakang yang beragam.


YSK mengaku pengalaman tersebut membuat dirinya lebih berhati-hati dalam menentukan gereja yang akan dikunjunginya untuk beribadah.


“Sehingga saya punya janji di hati saya untuk datang di Gereja GMIM Sario, Kakas dan Bumi Beringin. Lebih dari itu saya tidak datang,” katanya.


Ia menegaskan, sikap tersebut bukan berarti dirinya menjauh dari GMIM. Sebagai warga dan jemaat GMIM, ia tetap menempatkan gereja sebagai bagian penting dalam kehidupannya.


Namun, pengalaman saat Pilkada 2024 meninggalkan kesan yang menurutnya belum sepenuhnya pulih.

“Kenapa, saya ada trauma,” ucapnya.


Ketika Politik Berhenti di Pintu Gereja

Dari pengalaman pribadi tersebut, YSK kemudian membawa pesan yang lebih luas. Ia berharap gereja tetap menjadi ruang yang terbuka bagi seluruh masyarakat, terlepas dari perbedaan pilihan politik.


Ia meminta kepengurusan GMIM yang nantinya terpilih melalui SMSI ke-82 dapat menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan memperkuat kembali etika pelayanan.


“Mohon untuk pengurus nanti yang terpilih, saya warga GMIM dan jemaat GMIM. Traumatis saya ini tolong disembuhkan, dengan upaya tiga hari ini, ubah etika kita,” ungkapnya.


Bagi YSK, gereja memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar daripada sekadar menjalankan aktivitas keagamaan. Gereja juga dipandang memiliki peran dalam membentuk karakter jemaat dan memberikan keteladanan di tengah masyarakat.


“Gereja, GMIM, melayani dengan menyiapkan jemaat serta masyarakat yang berada di GMIM untuk memberikan contoh teladan yang baik,” katanya.


Ia kemudian kembali mengingat peristiwa yang disebutnya terjadi saat Pilkada 2024.

“Ada suara pengalaman saya di Pilkada, saya diusir mau beribadah, saya tidak bisa masuk gereja padahal itu hari Minggu,” tutur YSK.


Pesan untuk Menjaga Ruang Pelayanan

Dari mimbar SMSI ke-82, YSK juga menyampaikan pesan kepada para pendeta dan pelayan gereja agar pelayanan tidak dibatasi oleh perbedaan pilihan politik.


Menurutnya, setiap warga memiliki hak untuk memperoleh pelayanan rohani.

“Nah ini pendeta-pendeta jangan terlalu fanatik, semua masyarakat Sulut berhak mendapatkan doa dan tumpangan tangan dari kalian,” tegasnya.


“Kalian juga berhak menumpangkan tangan kepada siapapun,” sambungnya.


Pesan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pembukaan SMSI ke-82 GMIM. Sebuah pengalaman personal yang dibawa YSK ke ruang refleksi yang lebih luas: bahwa perbedaan pilihan politik semestinya tidak menghapus ruang persaudaraan, apalagi menutup pintu pelayanan gereja.


Di tengah dinamika masyarakat Sulawesi Utara, YSK berharap GMIM terus hadir sebagai rumah bersama tempat setiap orang dapat datang, beribadah dan mendapatkan pelayanan tanpa terlebih dahulu ditanya tentang pilihan politiknya.


Momentum SMSI ke-82 pun diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kembali semangat pelayanan, persaudaraan dan keterbukaan di tengah masyarakat Sulawesi Utara.

👁️ Dilihat: hitwebcounter.com/
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Trauma yang Belum Usai, YSK Kenang Pengalaman Ditolak Saat Hendak Beribadah

Terkini

Iklan