Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Iklan

Aliansi Mentari Timur Bersatu Gelar Dialog Kebangsaan, Pemuda Diajak Jadi Garda Terdepan Jaga Keutuhan NKRI

Swara Manado News
Sabtu, 31 Oktober 2026, 17:42 WIB Last Updated 2026-10-31T09:42:00Z


MANADO
– Aliansi Mentari Timur Bersatu menggelar dialog kebangsaan bertema “Menjalin Kesatuan dan Persatuan dalam Bingkai NKRI”, dengan subtema “Generasi Muda Menjadi Garda Terdepan dalam Menyatukan Bangsa, Jauhkan Perbedaan dan Tolak Intoleransi”, bertempat di Rumah Kopi Doulos, Tikala.


Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan dan diskusi lintas elemen masyarakat untuk memperkuat wawasan kebangsaan, membangun toleransi, serta meneguhkan komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman.


Dialog tersebut dihadiri Ketua Presidium Aliansi Mentari Timur Bersatu, Jhon Irawan Pade, S.Sos., Ketua LSM Barak sekaligus perwakilan PPWI, Hendra Tololiu, serta Ketua Gempita Sulut, Dedy Naila. Selain mahasiswa asal wilayah Timur Indonesia, kegiatan ini juga melibatkan kalangan jurnalis dan aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM).


Dalam penyampaiannya, Jhon Irawan Pade menegaskan bahwa Aliansi Mentari Timur Bersatu merupakan organisasi independen yang dibangun untuk menyatukan kebersamaan dan mempererat persaudaraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Menurutnya, dialog kebangsaan ini tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga wadah membangun kesadaran bersama bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk memperkokoh persatuan.


Sementara itu, Hendra Tololiu, selaku Ketua LSM Barak sekaligus perwakilan PPWI, bersama para jurnalis dan aktivis yang hadir, turut memberikan pandangan mengenai pentingnya wawasan kebangsaan bagi generasi muda.


Ia menekankan bahwa pemuda harus mengambil peran strategis dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa melalui komunikasi, kolaborasi, serta kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat.


Hendra juga mengungkapkan, Aliansi Mentari Timur Bersatu berencana melanjutkan kegiatan tersebut melalui workshop wawasan kebangsaan dengan menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah dan aparat keamanan.


Bahkan, pihaknya berharap Kapolda Sulawesi Utara dan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dapat hadir untuk berdialog langsung bersama mahasiswa asal wilayah Timur, wartawan se-Sulawesi Utara, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.


"Ke depan, kami berharap ada workshop yang melibatkan berbagai unsur, termasuk Kapolda Sulawesi Utara dan Gubernur YSK. Tujuannya agar wawasan kebangsaan semakin kuat dan seluruh elemen masyarakat memiliki komitmen yang sama dalam menjaga keutuhan NKRI," ungkap Hendra.


Di sisi lain, Ketua Gempita Sulut, Dedy Naila, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya dapat terlibat dalam dialog tersebut.


Ia menilai pertemuan bersama mahasiswa asal wilayah Timur, jurnalis, dan aktivis LSM merupakan momentum positif untuk mempererat hubungan persaudaraan sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.


Menurutnya, jurnalis dan aktivis masyarakat juga memiliki tanggung jawab moral untuk terus menyuarakan pesan persatuan, menjaga kerukunan, serta mengedepankan nilai toleransi demi keutuhan bangsa.


Dialog kebangsaan berlangsung dengan lancar, tertib, dan aman hingga selesai.

Melalui kegiatan ini, Aliansi Mentari Timur Bersatu berharap semangat persatuan tidak berhenti sebatas wacana, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata melalui sikap saling menghormati, menolak intoleransi, dan menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.

NKRI Harga Mati!

👁️ Dilihat: hitwebcounter.com/
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Aliansi Mentari Timur Bersatu Gelar Dialog Kebangsaan, Pemuda Diajak Jadi Garda Terdepan Jaga Keutuhan NKRI

Terkini

Iklan