Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Iklan

Bukan Sekadar Upacara, Vanda Sarundajang Dorong Pancasila Hidup dalam Pelayanan Publik

Swara Manado News
Jumat, 02 Oktober 2026, 09:59 WIB Last Updated 2026-10-02T01:59:45Z

       Foto : (Ist)
MINAHASA
— Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Minahasa tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah bangsa. Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang justru menyoroti tantangan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: bagaimana nilai-nilai Pancasila benar-benar hadir dalam sikap, pelayanan dan tindakan nyata.


Pesan itu disampaikan Vanda saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Minahasa, Kamis (1/10/2026).


Menurut Vanda, posisi Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara tidak lagi menjadi sesuatu yang perlu diperdebatkan. Tantangan bangsa saat ini adalah memastikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila benar-benar menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.


“Kalau dikaitkan dengan masa-masa sekarang, kita tidak lagi dalam tataran untuk berbicara apakah Pancasila ini tepat sebagai ideologi, tepat sebagai falsafah, tepat sebagai dasar negara, itu sudah lewat,” ujar Vanda.


Dari sisi tersebut, Vanda mengingatkan bahwa ukuran penghayatan terhadap Pancasila tidak cukup dilihat dari seberapa sering seseorang mengucapkannya dalam upacara.


Yang lebih penting adalah bagaimana nilai setiap sila diterjemahkan menjadi perilaku sehari-hari.


“Sekarang bagaimana Pancasila ini bisa kita implementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.


Bagi jajaran pemerintahan, pesan itu memiliki makna khusus. Nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui pelayanan yang adil, penghormatan terhadap masyarakat, menjaga persatuan, mengedepankan musyawarah serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.


Dengan demikian, Pancasila tidak hanya hadir di ruang upacara, tetapi juga terasa ketika masyarakat berhadapan langsung dengan pemerintah dalam mendapatkan pelayanan.


Vanda juga menempatkan peringatan 1 Oktober sebagai momentum untuk mengenang tujuh Pahlawan Revolusi sekaligus memperkuat kembali kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga persatuan bangsa.


“1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila, pertama tentu kita mengenang tujuh pahlawan yang disebut Pahlawan Revolusi. Kedua tentu momentum ini menegaskan kepada kita sekalian bahwa Pancasila itu sakti,” katanya.


Upacara berlangsung khidmat dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Vanda membacakan teks Pancasila, sementara Ketua DPRD Minahasa Franky Wolayan, S.E., membacakan ikrar Hari Kesaktian Pancasila.


Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan SK kenaikan pangkat kepada sejumlah ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa.


Momentum tersebut sekaligus mempertegas pesan Vanda: memperingati Kesaktian Pancasila bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi memastikan nilai-nilai Pancasila tetap menjadi nafas dalam pelayanan dan kehidupan masyarakat setiap hari.

👁️ Dilihat: hitwebcounter.com/
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bukan Sekadar Upacara, Vanda Sarundajang Dorong Pancasila Hidup dalam Pelayanan Publik

Terkini

Iklan