Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Iklan

KEBAKARAN LAHAN DI MANADO MENINGKAT TAJAM, MAPANGET CATAT 174 KEJADIAN HINGGA 7 OKTOBER

Swara Manado News
Rabu, 07 Oktober 2026, 09:32 WIB Last Updated 2026-10-07T01:32:32Z


MANADO
 - Kebakaran lahan dan alang-alang di Kota Manado menunjukkan tren meningkat sepanjang musim kemarau 2026. Data rekap pemadaman hingga Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 07.30 WITA, mencatat 498 kejadian sejak Juni hingga awal Oktober.


Dari total tersebut, sebanyak 464 kejadian terjadi di wilayah Kota Manado, sementara 34 kejadian lainnya merupakan pemadaman perbantuan di wilayah Minahasa dan Minahasa Utara.


Angka kejadian meningkat drastis dari bulan ke bulan. Pada Juni tercatat tiga kejadian, kemudian melonjak menjadi 61 kejadian pada Juli.


Memasuki Agustus, jumlahnya kembali naik tajam menjadi 182 kejadian, sebelum mencapai angka tertinggi pada September dengan 207 kejadian.


Sementara hingga 7 Oktober 2026, sudah tercatat 45 kejadian kebakaran lahan dan alang-alang.


Dari seluruh kecamatan di Manado, Mapanget menjadi wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 174 kejadian sepanjang periode tersebut. Rinciannya, 16 kejadian pada Juli, 64 pada Agustus, 68 pada September dan 26 kejadian hingga 7 Oktober.


Posisi berikutnya ditempati Bunaken Darat dengan 66 kejadian, Malalayang 51 kejadian, Paal Dua 46 kejadian, Singkil 38 kejadian dan Wanea 38 kejadian.


Tingginya kejadian di sejumlah wilayah tersebut menunjukkan bahwa lahan kering, alang-alang serta material mudah terbakar menjadi salah satu titik rawan selama kondisi cuaca kering.


Selain kebakaran lahan, petugas juga menangani sejumlah kebakaran bangunan, rumah, fasilitas umum, kendaraan hingga lokasi lainnya. Namun, kejadian-kejadian tersebut tidak masuk dalam rekapitulasi kebakaran lahan/alang-alang.


Salah satu kejadian yang cukup menonjol adalah kebakaran TPA Sumompo yang mulai ditangani pada 24 September 2026 dan tercatat masih dalam proses pemadaman hingga 6 Oktober 2026.


Data juga mencatat sejumlah kebakaran bangunan rumah dan fasilitas lainnya terjadi pada Agustus hingga Oktober, termasuk kebakaran beberapa unit rumah, rumah kost, ruko, gudang material kayu, kios serta bangunan lainnya.


Di luar wilayah Manado, petugas juga memberikan bantuan pemadaman sebanyak 34 kejadian, masing-masing di Minahasa Utara dan Minahasa.


Dengan masih berlangsungnya periode kemarau, tingginya angka kejadian kebakaran lahan menjadi perhatian serius. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama tidak membakar sampah atau material kering sembarangan yang berpotensi memicu api meluas.


Rekap kejadian kebakaran lahan/alang-alang:

  • Juni: 3 kejadian
  • Juli: 61 kejadian
  • Agustus: 182 kejadian
  • September: 207 kejadian
  • Oktober hingga 7 Oktober: 45 kejadian
  • Total: 498 kejadian


Data tersebut menjadi gambaran bahwa memasuki puncak musim kering, ancaman kebakaran lahan di Manado meningkat signifikan dan membutuhkan kewaspadaan bersama dari masyarakat maupun petugas pemadam kebakaran.

👁️ Dilihat: hitwebcounter.com/
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • KEBAKARAN LAHAN DI MANADO MENINGKAT TAJAM, MAPANGET CATAT 174 KEJADIAN HINGGA 7 OKTOBER

Terkini

Iklan