MINAHASA, SMNC – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-598 Kabupaten Minahasa, Kamis (5/11/2026), di Gedung Wale Ne Tou, Tondano.
Mengusung tema “Pariwisata Maju, Ekonomi Tumbuh, Masyarakat Sejahtera”, rapat paripurna tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan panjang Minahasa sekaligus penyampaian capaian pembangunan dan arah kebijakan pemerintah daerah.
Rapat paripurna dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. Victor Mailangkay, SH, MH, Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, SSi, MAP, Wakil Bupati Vanda Sarundajang, SS, MAP, jajaran Forkopimda Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten Minahasa, pimpinan DPRD, para kepala daerah, serta undangan lainnya.
Sebelum agenda utama dimulai, kegiatan diawali dengan pertunjukan budaya Minahasa, yakni Tari Maengket, Tari Kabasaran, dan prosesi pemasangan api dodika. Perayaan juga diwarnai sidang majelis adat sembilan etnis yang dipimpin para tonaas dari masing-masing suku.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilaksanakan penganugerahan jabatan dan gelar adat Tonaas Um Banua kepada Bupati Minahasa Tenggara Ronald Kandoli dan Bupati Minahasa Selatan Frangky Wongkar.
Ketua DPRD Minahasa Franky Wolayan saat membuka rapat paripurna menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-598 kepada seluruh masyarakat Minahasa. Ia berharap momentum tersebut semakin memperkuat semangat pembangunan daerah menuju Minahasa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Sementara itu, Bupati Robby Dondokambey dalam sambutannya memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang telah diraih Kabupaten Minahasa.
Menurut Dondokambey, pertumbuhan ekonomi Minahasa tercatat mencapai 5,58 persen pada akhir 2025, sementara angka kemiskinan berada pada posisi 5,88 persen.
Di sektor pendapatan daerah, realisasi retribusi perdagangan hingga Oktober 2026 mencapai Rp1.302.261.000 atau 118,7 persen dari target yang ditetapkan.
Pemerintah Kabupaten Minahasa juga melakukan transformasi pelayanan air bersih melalui peluncuran Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Rano Manguni sebagai perubahan kelembagaan dari PDAM Minahasa.
Pada sektor perlindungan sosial, pemerintah meningkatkan kuota bantuan pangan menjadi 34.544 penerima. Program tersebut diperkuat dengan penyaluran beras gratis di 25 kecamatan serta pelaksanaan gerakan pangan murah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Dondokambey turut menyampaikan capaian di bidang kesehatan, termasuk penghargaan percepatan penurunan prevalensi stunting, serta keberhasilan penyelenggaraan pemilihan hukum tua serentak di 129 desa.
Pariwisata, Olahraga dan Infrastruktur
Di sektor pariwisata, Pemkab Minahasa terus mendorong pengembangan potensi daerah, termasuk pelestarian warisan budaya takbenda dan cagar budaya yang telah ditetapkan Kementerian Kebudayaan RI.
Sementara di bidang olahraga, Minahasa mencatat peningkatan prestasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Utara 2025 dengan meraih posisi kedua setelah sebelumnya berada di peringkat kelima.
Pemerintah daerah juga memberikan bonus kepada atlet dan pelatih yang berhasil mengharumkan nama Minahasa dalam ajang tersebut.
Untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik, sejumlah program tengah dipersiapkan dan dilaksanakan, di antaranya pembangunan Mal Pelayanan Publik, operasional gedung baru RSUD Dr. Sam Ratulangi, pembangunan laboratorium kesehatan masyarakat, serta revitalisasi Stadion Maesa.
Dondokambey juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap sejumlah program strategis di Minahasa, seperti Sekolah Taruna Nusantara, Sekolah Rakyat, Desa Wisata, dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Dalam aspek tata kelola keuangan, Kabupaten Minahasa kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut.
Wagub: HUT Bukan Sekadar Seremonial
Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay yang membacakan sambutan Gubernur Yulius Selvanus mengingatkan bahwa peringatan hari jadi daerah harus menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan dan memperkuat komitmen terhadap masa depan daerah.
Ia menegaskan, peringatan HUT Minahasa bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan kesempatan mengenang perjuangan para pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan daerah.
“Momentum hari jadi ini bukan hanya sekadar perayaan dan seremonial, tapi juga tentang bagaimana kita mengenang perjalanan daerah dan perjuangan para pendahulu yang telah membawa Minahasa menjadi daerah yang berkembang hingga saat ini,” demikian pesan Gubernur yang disampaikan Wagub.
Peringatan Hari Jadi ke-598 Minahasa kemudian ditutup dengan prosesi pemotongan kue ulang tahun oleh Bupati Robby Dondokambey bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang.
Melalui momentum tersebut, pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat sinergi pembangunan, mengoptimalkan potensi pariwisata, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan masyarakat.
(Jem)









