Minahasa, 17 September 2025 — Langit Desa Kema tampak muram, seolah ikut berduka atas kepergian Ibu Nelly Pinangkaan. Dalam suasana penuh haru, keluarga, kerabat, dan masyarakat setempat berkumpul untuk mengantar kepergian almarhumah ke tempat peristirahatan terakhir.
Di antara pelayat yang hadir, tampak Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, S.Si, MAP, bersama istri tercinta, Martina Dondokambey-Lengkong, SE, serta putri mereka, anggota DPRD Minahasa, Sarah Dondokambey, SH, MH. Kehadiran mereka menambah rasa haru yang menyelimuti prosesi ibadah pemakaman pada Kamis (17/9).
Suasana duka semakin terasa saat Bupati Robby menyampaikan ungkapan belasungkawa. Dengan suara bergetar menahan haru, ia menyampaikan betapa kehilangan ini begitu mendalam.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Minahasa, saya menyampaikan turut berdukacita sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi ujian ini,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Tangis keluarga dan pelayat pecah saat doa terakhir dipanjatkan. Keheningan sesekali terputus oleh isak tangis yang tak mampu ditahan. Banyak yang merasa kehilangan sosok almarhumah yang dikenal ramah, sederhana, dan penuh kasih dalam keseharian.
Prosesi pemakaman Ibu Nelly Pinangkaan bukan sekadar perpisahan, melainkan juga sebuah pengingat akan kasih dan jejak kebaikan yang ia tinggalkan. Bupati Robby menutup pesannya dengan mengajak keluarga besar untuk ikhlas menerima kepergian almarhumah.
“Kita semua merasa sangat kehilangan. Tetapi kita percaya, almarhumah kini telah beristirahat dengan tenang di sisi Tuhan,” tambahnya lirih.
Hari itu, Desa Kema tenggelam dalam linangan air mata. Kehilangan yang dirasakan bukan hanya milik keluarga, tetapi juga masyarakat yang pernah disentuh oleh kebaikan almarhumah. (Jemy)


