Iklan

Proyek Kolam Renang Sario Disorot, KIPRA Sulut: Ini Bukan Mangkrak, Tapi Proses yang Sedang Berjalan

Swara Manado News
Senin, 27 April 2026, 06:48 WIB Last Updated 2026-04-26T22:48:48Z


Manado 
– Gelombang kritik terkait belum terlihatnya kelanjutan pembangunan Kolam Renang Rano Wangun Sario di Kota Manado akhirnya mendapat respons tegas. Ketua KIPRA Sulawesi Utara, Berty Togas, angkat bicara dan menilai kritik yang berkembang tidak sepenuhnya melihat proses yang sedang berjalan.


Dalam pernyataannya, Minggu (26/4/2026), Berty menyebut isu yang beredar cenderung dibesar-besarkan dan sarat kepentingan tertentu. Ia menegaskan bahwa langkah yang diambil Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, merupakan bentuk kerja nyata yang mengikuti mekanisme resmi, bukan sekadar janji politik.


“Yang terjadi sekarang ini bukan tidak ada kerja, tetapi proses yang berjalan sesuai aturan. Jangan sampai dipelintir seolah-olah mangkrak,” tegas Berty.


Ia mengungkapkan, komitmen pemerintah sebenarnya sudah terlihat sejak awal. Pada Agustus 2025, Gubernur turun langsung meninjau lokasi Kolam Renang Sario yang lama terbengkalai. Bahkan, dua bulan berselang, dilakukan perbaikan awal menggunakan dana pribadi sebagai langkah cepat.


“Ini bukti keseriusan. Tidak semua pemimpin berani memulai dari inisiatif pribadi sebelum masuk ke sistem anggaran,” ujarnya.


Lebih lanjut, Berty menjelaskan bahwa proyek pembangunan dengan menggunakan anggaran negara harus melalui tahapan yang ketat, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga proses tender yang wajib transparan dan akuntabel.


Pemerintah Provinsi Sulut sendiri telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp12,9 miliar untuk rehabilitasi Kolam Renang Rano Wangun Sario. Selain itu, perbaikan Lapangan KONI juga mendapat kucuran dana sekitar Rp8,4 miliar.


Menurutnya, alokasi tersebut menjadi bukti konkret bahwa program revitalisasi bukan sekadar wacana. Saat ini, proyek masih berada pada tahap administrasi dan proses pengadaan sebelum memasuki pembangunan fisik.


“Kalau dipaksakan cepat tanpa proses, justru berisiko bermasalah secara hukum. Gubernur memilih jalan yang benar, hasilnya mungkin tidak instan, tapi akan berkualitas,” katanya.


Meski demikian, Berty juga memberi catatan kepada Dinas PUPR Sulut agar lebih aktif menyampaikan perkembangan proyek kepada publik. Kurangnya informasi dinilai dapat memicu persepsi negatif di masyarakat.


Di sisi lain, ia menilai geliat olahraga di Sulawesi Utara saat ini menunjukkan tren positif. Perhatian pemerintah terhadap sektor tersebut dinilai semakin nyata.


“Tidak berlebihan jika Gubernur disebut sebagai figur yang mendorong kebangkitan olahraga di Sulut,” tambahnya.


Menutup pernyataannya, Berty mengajak masyarakat untuk melihat pembangunan secara utuh dan tidak hanya menilai dari apa yang tampak di permukaan.


“Ini soal membangun dengan benar, bukan sekadar cepat. Proses hari ini adalah fondasi untuk hasil besar ke depan,” pungkasnya.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Proyek Kolam Renang Sario Disorot, KIPRA Sulut: Ini Bukan Mangkrak, Tapi Proses yang Sedang Berjalan

Terkini

Iklan