Manado – Sulawesi Utara kembali menegaskan posisinya sebagai etalase persatuan Indonesia.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus, semangat kebangsaan itu kini terpatri kuat lewat berdirinya Patung Bogani di depan Museum Provinsi Sulawesi Utara, simbol sejarah dan jati diri masyarakat Bolaang Mongondow Raya (BMR) yang kini diangkat sebagai bagian tak terpisahkan dari mozaik besar budaya Nusantara.
Patung Bogani bukan sekadar monumen budaya, melainkan penegasan bahwa Indonesia dibangun dari keberanian, kearifan, dan pengorbanan para leluhur di setiap daerah.
Tokoh Bogani yang dikenal sebagai figur pemimpin dan pejuang rakyat Mongondow menjadi lambang nilai-nilai luhur bangsa: keberanian, kesetiaan pada tanah air, dan semangat menjaga persatuan.
Langkah ini mencerminkan visi kebangsaan Gubernur Yulius Selvanus yang memandang budaya daerah sebagai pilar utama penguat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dengan menempatkan simbol Bogani di ruang publik strategis, Pemerintah Provinsi Sulut mengirim pesan tegas bahwa seluruh etnis, suku, dan budaya memiliki posisi yang setara dalam bangunan Indonesia.
Putra BMR, Aditya Moha, menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Gubernur yang dinilainya mampu memadukan kebudayaan lokal dengan semangat nasionalisme.
“Kini simbol yang begitu lekat dengan sejarah suku Mongondow berdiri kokoh di depan Museum Provinsi Sulut. Ini bukan hanya kebanggaan masyarakat Mongondow, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya Indonesia,” ujar Aditya.
Pembangunan dan penguatan fungsi Museum Provinsi Sulut sebagai pusat edukasi kebangsaan tak lepas dari perhatian langsung Gubernur Yulius Selvanus. Bahkan, museum tersebut mendapat pengakuan dari Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang menilai museum ini memiliki potensi besar sebagai ruang pembelajaran sejarah dan identitas nasional.
“Dengan hadirnya Patung Bogani, Sulawesi Utara semakin lengkap dalam menampilkan wajah Indonesia yang majemuk. Museum ini akan menjadi ikon pariwisata dan kebudayaan nasional,” tambah Aditya yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bolaang Mongondow.
Patung Bogani kini berdiri sebagai penanda zaman, bahwa pembangunan di Sulawesi Utara tidak tercerabut dari akar sejarah bangsa. Di tangan Gubernur Yulius Selvanus, budaya tidak diperlakukan sebagai ornamen, melainkan sebagai kekuatan pemersatu yang meneguhkan rasa cinta tanah air.
Tokoh Pemuda Bolaang Mongondow Selatan, Surahman Mokoagow, menegaskan bahwa kebijakan ini membangkitkan kebanggaan kolektif sebagai bagian dari Indonesia.
“Torang bangga karena Pak Gubernur Yulius Selvanus benar-benar menghargai sejarah. Ini bukti bahwa Mongondow Raya adalah bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia,” tegasnya.
Dengan berdirinya Patung Bogani, Sulawesi Utara kembali menyuarakan pesan kebangsaan: berbeda-beda budaya, satu jiwa Indonesia. Dari Bumi Nyiur Melambai, semangat persatuan itu dikukuhkan—kokoh, berdaulat, dan berakar kuat pada sejarah bangsa.


