Iklan

Iklan

Bitung Bersiap Jadi Gerbang Logistik Asia Pasifik, Direct Call Internasional Pangkas Waktu dan Biaya Kirim Hingga 30 Persen

Swara Manado News
Senin, 19 Januari 2026, 14:20 WIB Last Updated 2026-01-19T06:59:08Z


Manado –
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kian memantapkan langkah menjadikan Pelabuhan Bitung sebagai pintu gerbang logistik Indonesia Timur menuju kawasan Asia Pasifik. Pelabuhan strategis ini didorong menjadi simpul utama layanan direct call internasional yang diyakini mampu memangkas waktu pelayaran sekaligus menurunkan biaya logistik secara signifikan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Forum Group Discussion (FGD) Transformasi Sulampua Menuju Global Logistics Hub yang digelar di Aula GKN Manado, Senin (19/1/2026). Forum ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE bersama Wakil Gubernur Dr. Victor Mailangkay, SH, MH, serta pemangku kepentingan sektor logistik dan perdagangan internasional.

Dalam paparannya, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) menyumbang nilai ekspor besar, mencapai USD 25–30 miliar per tahun. Namun, selama ini ekspor tersebut masih bergantung pada pelabuhan di Pulau Jawa, sehingga memicu tingginya biaya logistik dan lamanya waktu pengiriman.

“Dengan direct call dari Pelabuhan Bitung, waktu pelayaran ke Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok dapat dipangkas drastis dari 25–30 hari menjadi hanya 7–10 hari. Efisiensi ini berpotensi menurunkan biaya logistik hingga 30 persen,” tegas Yulius Selvanus.

Dari perspektif diplomasi dan perdagangan global, Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun menilai pembukaan jalur langsung Bitung–Tiongkok sebagai terobosan strategis nasional. Menurutnya, kebijakan ini akan memperkuat integrasi Indonesia Timur dalam rantai pasok Asia Timur sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di sektor industri dan logistik.

Harapan besar juga datang dari para pelaku usaha logistik dan eksportir yang menginginkan layanan direct call dari Bitung segera beroperasi secara reguler. Mereka menilai kebijakan ini akan meningkatkan efisiensi usaha, memperkuat daya saing produk Indonesia Timur di pasar global, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan.

Pengembangan Pelabuhan Bitung sebagai hub logistik internasional ditegaskan bukan semata agenda daerah, melainkan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam arus perdagangan dan logistik kawasan Asia Pasifik.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bitung Bersiap Jadi Gerbang Logistik Asia Pasifik, Direct Call Internasional Pangkas Waktu dan Biaya Kirim Hingga 30 Persen

Terkini

Iklan