MINAHASA TENGGARA - Di tengah hiruk-pikuk pemberitaan yang menyorot namanya, Deker Mamusung akhirnya angkat bicara. Dengan nada tegas dan terbuka, ia menyampaikan klarifikasi untuk meluruskan informasi yang menyebut dirinya terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal serta dugaan penyimpanan bahan berbahaya sianida.
Dalam pernyataannya, Deker menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan operasi pertambangan di lokasi yang ramai diberitakan. Ia menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar dan jauh dari fakta yang sebenarnya.
“Kondisi saya saat ini sedang tidak beraktivitas dalam bidang usaha apa pun, apalagi sampai mengoperasikan tambang. Tuduhan itu sama sekali tidak benar dan tidak disertai bukti,” tegas Deker.
Sorotan terkait dugaan keberadaan gudang sianida juga dibantah keras. Deker menyebut isu tersebut sebagai fitnah murni yang sengaja dibangun untuk mencemarkan nama baiknya.
“Dari mana muncul cerita tentang gudang sianida? Itu tidak ada. Saya tidak pernah berurusan dengan hal-hal seperti itu,” ujarnya dengan nada meninggi, menunjukkan keberatan atas informasi yang ia nilai mengada-ada.
Deker juga menyoroti waktu kemunculan pemberitaan yang dinilainya tidak tepat. Menurutnya, di saat masyarakat tengah fokus pada upaya pemulihan pascabencana, munculnya isu sensitif tanpa dasar justru berpotensi menimbulkan kegaduhan dan kecemasan publik.
“Situasi seperti ini seharusnya diisi dengan upaya membangun dan memulihkan, bukan memperkeruh keadaan dengan informasi yang belum jelas kebenarannya,” katanya.
Melalui klarifikasi tersebut, Deker mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar, terutama yang belum terverifikasi.
“Saya mengajak masyarakat untuk lebih kritis dan bijak. Jangan langsung percaya, periksa dulu kebenarannya agar tidak terjebak pada informasi yang menyesatkan,” imbaunya.
Tak hanya kepada publik, Deker juga menyampaikan pesan tegas kepada insan pers agar tetap menjunjung tinggi prinsip dasar jurnalisme, yakni konfirmasi, verifikasi, dan keberimbangan.
“Etika pemberitaan harus dijaga. Tuduhan berat tidak boleh disebarkan tanpa konfirmasi dan data yang kuat. Hak jawab dan klarifikasi adalah bagian dari keadilan,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum yang menyatakan keterlibatan atau penetapan status hukum terhadap Deker Mamusung. Klarifikasi ini diharapkan menjadi penyeimbang informasi sekaligus pengingat pentingnya akurasi dan kehati-hatian dalam menyikapi isu sensitif yang menyangkut nama baik seseorang.


