Manado – Di sebuah ruangan sederhana, suasana terasa hening. Suara diskusi terdengar pelan, namun setiap kata sarat makna dan kepedulian. Ini bukan rapat biasa. Ini adalah pertemuan yang lahir dari kegelisahan nurani.
Pada Selasa (6/1/2026), Organisasi Masyarakat Brigade Manguni Manado menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi sebagai respons atas bencana banjir bandang yang melanda Pulau Siau. Air bah yang datang tanpa ampun itu bukan hanya merusak rumah, tetapi juga mengguncang rasa aman dan harapan warga.
Rapat tersebut menjadi titik awal gerakan kemanusiaan. Di tengah berbagai keterbatasan, Brigade Manguni Manado memilih untuk tidak tinggal diam. Derita warga Siau seolah mengetuk hati para anggota ormas ini untuk bergerak bersama.
Ketua Brigade Manguni Manado, Rivai Kalangi, mengungkapkan bahwa rapat berlangsung dalam suasana haru dan keprihatinan mendalam.
“Jadi kemarin telah digelar rapat dan hari ini, dalam panggilan kemanusiaan, Brigade Manguni Manado akan melaksanakan pencarian dana di Sekretariat DPD Brigade Manguni Manado pukul 13.00 WITA,” ujar Rivai, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, berbagai persiapan teknis telah dilakukan secara matang. Mulai dari pemasangan baliho, penyediaan sound system, hingga pengaturan personel yang akan terjun langsung di lapangan. Semua disiapkan bukan untuk seremoni, melainkan demi satu tujuan: meringankan beban saudara-saudara di Siau.
Dalam rapat tersebut, struktur kepanitiaan juga ditetapkan. Koordinasi kegiatan dipercayakan kepada Sekretaris Walak Sario, Tommy Tondok, yang akan menjadi motor penggerak di lapangan.
“Nah, yang akan jadi koordinator kegiatan adalah Sekretaris Walak Sario, Tommy Tondok,” jelas Rivai.
Komitmen terhadap transparansi pun ditegaskan. Rivai memastikan seluruh hasil penggalangan dana dan bantuan akan diumumkan secara terbuka dan dilaporkan langsung kepadanya selaku ketua.
“Semua hasil dari kegiatan sosial kemasyarakatan ini akan diumumkan dan dilaporkan kepada saya,” tegasnya.
Tak hanya penggalangan dana, Brigade Manguni Manado juga resmi membuka posko bantuan sejak hari ini. Posko tersebut menjadi pusat pengumpulan logistik sekaligus simbol kehadiran masyarakat sipil bagi para korban bencana.
“Posko bantuan dibuka sejak hari ini. Ada tim di bawah koordinasi Tonaas Manado yang akan bergerak, sekaligus melakukan persiapan Musda kelima,” ungkap Rivai.
Dalam suasana penuh keprihatinan itu, Rivai turut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ambil bagian. Ia menekankan bahwa bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi para korban.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya rekan-rekan Brigade Manguni, untuk berpartisipasi. Sumbangan bisa berupa natura, pakaian bekas layak pakai, serta berbagai kebutuhan dasar manusia,” tuturnya.
Di balik angka dan laporan, tersimpan kisah anak-anak yang kehilangan tempat bermain, orang tua yang kehilangan rumah, serta keluarga yang kini menggantungkan harapan pada uluran tangan sesama.
Melalui langkah kecil namun tulus ini, Brigade Manguni Manado ingin memastikan satu hal: warga Siau tidak sendirian menghadapi bencana.
Sebab dalam setiap musibah, solidaritas adalah obat pertama.
Dan dari Manado, panggilan kemanusiaan itu kini telah dijawab.
Humas Brigade Manguni Manado: Felix Tendeken


