MANADO – SMA Negeri 9 Manado kembali menorehkan capaian penting di dunia pendidikan. Pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, sekolah ini resmi memperoleh kuota 330 siswa eligible dari Kementerian Pendidikan untuk mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Kuota tersebut mencakup siswa kelas XII jalur Binsus maupun reguler yang memenuhi syarat sesuai ketentuan nasional. Penetapan peserta eligible didasarkan pada peringkat sekolah yang disesuaikan dengan akreditasi, yakni akreditasi A sebesar 40 persen, B 25 persen, dan C atau lainnya 5 persen. Selain itu, siswa harus memiliki nilai rapor yang konsisten dari semester 1 hingga semester 5.
Kepala SMA Negeri 9 Manado, Hendra Massie, S.Pd, menegaskan bahwa kesempatan ini adalah hasil dari kerja keras kolektif sekolah dan siswa, sehingga tidak boleh disia-siakan.
“Saya tegaskan kepada siswa dan orang tua, pastikan benar-benar siap jika sudah masuk daftar eligible. Jangan ragu-ragu. Jika setelah dinyatakan eligible lalu mengundurkan diri, dampaknya bukan hanya ke siswa itu sendiri, tetapi bisa merugikan sekolah,” tegas Hendra Massie.
Ia menjelaskan, perubahan atau pembatalan dari siswa eligible berpotensi memberi penilaian negatif terhadap sekolah, bahkan dapat berdampak pada sanksi atau pembatasan kuota di tahun berikutnya. Konsekuensinya, adik kelas akan ikut menanggung dampak atas ketidakkonsistenan peserta sebelumnya.
Lebih lanjut, Hendra Massie mengungkapkan bahwa penentuan siswa eligible di SMA Negeri 9 Manado mengacu pada tiga unsur utama, yakni prestasi akademik, prestasi seni, dan prestasi olahraga.
“Kami sudah seleksi sesuai aturan. Yang terpilih adalah siswa-siswa terbaik. Karena itu saya minta, jika sudah masuk daftar eligible, pastikan melanjutkan proses sampai tuntas dan tidak mundur setelah lulus,” tambahnya.
Dengan kuota 330 siswa eligible, SMA Negeri 9 Manado menegaskan posisinya sebagai salah satu sekolah menengah unggulan di Sulawesi Utara. Sekolah berharap kesempatan besar ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh siswa untuk melanjutkan pendidikan ke PTN, sekaligus menjaga reputasi dan kepercayaan terhadap institusi pendidikan.


