Manado - Suasana ibadah Tahun Baru kedua di Jemaat GMIM Betesda Perkamil terasa berbeda dari biasanya. Bukan sekadar khidmat, ibadah kali ini mengalir hangat, menyentuh, dan sarat refleksi yang membekas di hati jemaat.
Di balik kekhusyukan ibadah, terselip sebuah ide sederhana namun bernilai rohani mendalam.
Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Betesda Perkamil, Pdt. Stevy H.V. Rompas, S.Th, selaku khadim ibadah, menggagas konsep puji-pujian yang tak lazim: jemaat diajak untuk saling “bertukar suara” dalam memuliakan Tuhan.
Gagasan ini bukan tanpa maksud. Melalui cara kreatif tersebut, pesan teguran dan nasihat rohani diharapkan dapat diterima dengan lebih terbuka, lembut, dan penuh kasih.
Usai khotbah, seluruh Wanita Kaum Ibu tampil menyanyikan Mars Pria Kaum Bapak.
Lagu yang selama ini identik dengan kaum bapak itu dilantunkan dengan penuh penghayatan, seakan menjadi cermin bagi para suami dan ayah dalam menjalani panggilan iman dan tanggung jawab keluarga.
Tak lama berselang, giliran Pria Kaum Bapak maju ke depan altar. Dengan suara yang mantap namun penuh perasaan, mereka membawakan lagu “Ibu-ibu Tuhan”, pujian yang biasanya menjadi milik kaum ibu.
Momen itu pun sontak menghadirkan suasana haru, diselingi senyum dan tawa kecil, namun sarat makna yang mengajak jemaat merenung.
Menurut Pdt. Stevy, ide ini lahir dari kerinduan agar setiap pesan dalam lirik lagu termasuk teguran dan ajakan untuk hidup benar tidak hanya singgah di telinga, tetapi benar-benar menyentuh hati.
“Kadang teguran lebih mudah diterima ketika datang dari orang terdekat, dari pasangan hidup, atau saat kita melihat diri kita dari sudut pandang yang lain,” ungkapnya dalam pesan salam ibadah.
Ibadah Tahun Baru tersebut pun menjadi cermin kebersamaan jemaat GMIM Betesda Perkamil, saling menguatkan, saling menegur dalam kasih, dan berjalan bersama memasuki tahun yang baru dengan hati yang diperbarui.
Lebih dari sekadar rangkaian doa dan pujian, ibadah ini menghadirkan pesan kuat tentang keluarga, persekutuan, serta kerendahan hati di hadapan Tuhan sebuah awal tahun yang bukan hanya dirayakan, tetapi juga dimaknai.


