Iklan

Iklan

Ramoy Luntungan Tegaskan Peran Pengawasan Komisaris, Sinergi KUB BPD Harus Akuntabel dan Berkelanjutan

Swara Manado News
Rabu, 04 Februari 2026, 12:55 WIB Last Updated 2026-02-04T04:55:39Z


Jakarta
 - Komisaris Utama Bank SulutGo, Ramoy Markus Luntungan, menegaskan pentingnya peran strategis dewan komisaris dalam memastikan sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB) Bank Pembangunan Daerah (BPD) berjalan efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.


Penegasan itu disampaikan Ramoy saat menghadiri Rapat Sinergi KUB BPD se-Indonesia tahun 2026 yang digelar Selasa (3/2/2026) di Gedung AA Maramis, kawasan Kementerian Keuangan. Forum tersebut dihadiri perwakilan seluruh BPD di Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Menurut Ramoy, sinergi antar-BPD bukan hanya soal kerja sama bisnis, tetapi menyangkut penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance) yang menjadi fondasi utama keberlanjutan kinerja perbankan daerah.


“Dengan pengawasan yang efektif dan prinsip tata kelola perusahaan yang kuat, sinergi BPD tidak hanya akan berjalan optimal tetapi juga berkelanjutan serta penuh akuntabilitas,” tegas Luntungan.


Ia menilai, kehadiran langsung OJK dalam forum tersebut menjadi sinyal kuat bahwa BPD memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional sekaligus memperluas inklusi keuangan di daerah.


Ramoy juga menekankan, dalam skema KUB, fungsi komisaris tidak boleh sekadar formalitas. Pengawasan harus mampu memastikan setiap kebijakan strategis, mulai dari penguatan modal, manajemen risiko, hingga inovasi layanan digital, benar-benar dijalankan sesuai regulasi dan prinsip kehati-hatian.


Rapat tersebut membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya strategi penyaluran kredit pada sektor prioritas, penguatan struktur permodalan, pengelolaan risiko terintegrasi, serta pengembangan produk dan layanan digital yang dapat diimplementasikan secara kolektif oleh BPD.


Bagi Ramoy, forum ini menjadi momentum penting bagi Bank SulutGo untuk memperkuat posisinya dalam ekosistem perbankan daerah nasional, sekaligus memastikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Sulawesi Utara melalui tata kelola yang sehat.


“Sinergi ini harus memberi dampak nyata, bukan hanya di tingkat pusat, tetapi terasa sampai ke daerah. Dan itu hanya bisa dicapai bila pengawasan berjalan efektif,” pungkasnya. DM/Meikel)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ramoy Luntungan Tegaskan Peran Pengawasan Komisaris, Sinergi KUB BPD Harus Akuntabel dan Berkelanjutan

Terkini

Iklan