Iklan

Iklan

Ketika Air Bah Datang, Kepedulian Tak Pernah Surut: Dari Tanah Rantau, IPSU Papua Barat Daya Menguatkan Siau

Swara Manado News
Sabtu, 31 Januari 2026, 11:18 WIB Last Updated 2026-01-31T03:18:31Z


MANADO
 – Di Kepulauan Siau, air bah datang tanpa aba-aba. Rumah-rumah terendam, ladang rusak, dan banyak keluarga harus bertahan dengan sisa-sisa yang ada. Namun di tengah duka itu, harapan tak benar-benar hilang. Jauh dari pulau kecil yang dilanda bencana, kepedulian justru bergerak dari tanah rantau.

Di sebuah ruangan sederhana di Sekretariat DPD Brigade Manguni (BM) Kota Manado, bantuan kemanusiaan untuk korban banjir bandang Siau diserahkan. Tidak ada hiruk pikuk, tidak pula seremoni berlebihan. Yang terasa justru keheningan penuh makna—keheningan orang-orang yang memahami bahwa penderitaan tak perlu diramaikan, cukup diringankan.

Bantuan itu datang dari Ikatan Pemuda Sulawesi Utara Papua Barat Daya (IPSU PBD), para pemuda yang merantau jauh, namun hatinya tetap pulang ke tanah kelahiran. Ketua IPSU PBD, Jackson Sambow, berbicara dengan suara tenang namun sarat rasa.

“Kami mungkin tidak berada di sana saat banjir datang, tapi kami ingin saudara-saudara kami di Siau tahu bahwa mereka tidak sendiri,” ujarnya.

Ia menegaskan, bantuan ini bukan soal jumlah atau kemasan.

“Yang kami kirim adalah kepedulian. Ketulusan. Dan doa agar mereka diberi kekuatan melewati masa sulit ini.”

Momen tersebut turut disaksikan Tonaas Tonny Kumayas dari Dewan Adat Minahasa. Dalam balutan nilai adat dan kearifan lokal, ia mengingatkan bahwa rasa peduli adalah warisan yang harus terus hidup.

“Adat kita mengajarkan satu hal: jangan biarkan saudaramu menanggung beban sendirian. Inilah jati diri kita sebagai orang Sulawesi Utara,” katanya lirih namun mengena.

Penyerahan bantuan secara simbolis kepada Ketua Tim Kerja, Tommy Tondok, menjadi tanda bahwa amanah kemanusiaan ini akan segera dilanjutkan ke Siau. Hadir pula Jhonny Jacob, perwakilan IPSU Kota Manado, yang memperkuat jembatan solidaritas antara pemuda perantauan dan kampung halaman.

Bagi Tonaas Manado Rivai Kalangi, kegiatan ini adalah panggilan nurani. Selama dua minggu terakhir, Brigade Manguni Kota Manado terus bergerak mengumpulkan dan menyalurkan bantuan.

“Tuhan selalu mempertemukan niat baik dengan orang-orang yang berhati baik. Hari ini, kami dipertemukan dengan IPSU Papua Barat Daya melalui Dewan Adat Minahasa,” ungkapnya penuh syukur.

Ia menutup dengan kalimat yang menggugah kesadaran bersama.

“Kepedulian sejati bukan diukur dari seberapa lantang kita bicara, tetapi seberapa jauh kita mau melangkah untuk membantu. Hari ini, kita memilih untuk melangkah.”

Dari Manado, bantuan itu akan melanjutkan perjalanan melintasi laut menuju Siau. Bersama logistik dan kebutuhan dasar, ikut pula pesan sunyi namun kuat: bahwa di saat segalanya terasa hanyut, masih ada tangan-tangan yang setia mengulurkan harapan.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ketika Air Bah Datang, Kepedulian Tak Pernah Surut: Dari Tanah Rantau, IPSU Papua Barat Daya Menguatkan Siau

Terkini

Iklan