Manado - Di tengah padatnya lalu lintas kendaraan yang setiap hari melintasi jalur utama di dan sekitarnya, ada kerja nyata yang terus berlangsung tanpa banyak sorotan. Aspal diperbarui, lubang ditutup, dan berbagai titik kerusakan diperbaiki demi memastikan konektivitas wilayah tetap terjaga.
Melalui program preservasi jalan nasional, (BPJN Sulut) terus mengintensifkan pemeliharaan di sejumlah ruas strategis yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi daerah.
Pekerjaan perbaikan dilakukan di berbagai titik penting, mulai dari kawasan, hingga menuju dan kawasan pariwisata unggulan. Ruas-ruas tersebut merupakan bagian dari paket Preservasi Jalan BTS Kota Manado – MORR – Kairagi – Airmadidi – Kauditan – BTS Kota Bitung, Dalam Kota Bitung, Jalan Akses Tol Airmadidi, Wori–Likupang – Girian, serta Kairagi – Mapanget Prime Coat No.37.
Di lapangan, koordinasi pekerjaan berada di bawah tanggung jawab Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sulawesi Utara. Ia memastikan setiap tahapan pekerjaan dilakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan serta kelancaran mobilitas masyarakat.
“Perawatan dan preservasi jalan nasional adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga. Tim di lapangan terus bekerja melakukan penanganan di titik-titik yang membutuhkan perbaikan,” ujar Ringgo.
Ia juga menegaskan bahwa BPJN Sulut membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut berperan dalam pengawasan kondisi jalan nasional.
“Kami sangat terbuka terhadap laporan masyarakat. Jika ditemukan jalan nasional yang rusak atau berlubang, silakan disampaikan kepada kami. Tim akan segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan,” tambahnya.
Salah satu contoh pekerjaan yang baru saja diselesaikan terlihat di kawasan, Kota. Tepatnya di Jalan Samuel Languju No.1, kawasan, aspal yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diperbarui sehingga menghadirkan permukaan jalan yang lebih rapi dan aman bagi kendaraan yang melintas.
Bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut, perbaikan ini memberikan dampak nyata.
Andry Lumenta, warga yang rutin melintasi jalur tersebut untuk bekerja, mengaku merasakan langsung manfaat dari perbaikan jalan yang dilakukan.
“Kami melihat ada perbaikan di beberapa titik jalan yang sebelumnya rusak. Tentunya kami sebagai pengguna jalan merasa lebih aman. Terima kasih kepada BPJN Sulut yang sudah melakukan perbaikan,” ujarnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan Yuliana Sondakh yang menilai perbaikan jalan sangat membantu kelancaran aktivitas masyarakat.
“Jalan ini sangat penting bagi aktivitas masyarakat. Ketika ada perbaikan, kami sangat bersyukur karena perjalanan menjadi lebih nyaman dan aman,” katanya.
Bagi, setiap ruas jalan yang diperbaiki bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan bagian dari upaya menjaga denyut mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Di tengah arus kendaraan yang tak pernah berhenti, kerja-kerja preservasi jalan memang kerap berlangsung tanpa sorotan. Namun dari kerja yang senyap itulah konektivitas wilayah tetap terjaga—menghubungkan kota, desa, kawasan industri hingga destinasi wisata di Bumi Nyiur Melambai.
Aspal yang diperbarui bukan sekadar lapisan hitam di atas tanah. Ia adalah jalur harapan yang memastikan roda kehidupan masyarakat terus bergerak.
Dan di balik jalur-jalur itu, tim BPJN Sulut di bawah koordinasi terus bekerja menjaga nadi konektivitas .



