MANADO - Pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Sulawesi Utara resmi dipersiapkan secara maksimal melalui apel gelar pasukan . Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh bersama dengan melakukan peninjauan pasukan sebelum apel dimulai.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, perlengkapan serta sarana pendukung pengamanan yang akan digunakan selama operasi berlangsung. Langkah ini menjadi bagian penting untuk menjamin kelancaran arus mudik serta keamanan masyarakat selama momentum Lebaran.
Berdasarkan data dari kepolisian, sebanyak 623 personel gabungan Polri disiapkan untuk mengamankan seluruh wilayah . Personel tersebut akan ditempatkan di berbagai titik strategis guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan kelancaran lalu lintas mudik.
Selain kekuatan personel, juga menyiapkan 80 pos pengamanan yang tersebar di sejumlah lokasi vital. Rinciannya meliputi 48 Pos Pengamanan untuk menjaga stabilitas keamanan, 18 Pos Pelayanan yang memberikan bantuan langsung kepada pemudik, serta 14 Pos Terpadu yang berfungsi sebagai pusat koordinasi lintas instansi.
Gubernur Yulius Selvanus Komaling menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan Idul Fitri.
“Melalui apel gelar pasukan ini kita memastikan seluruh personel benar-benar siap menjalankan tugasnya. Saya berharap seluruh unsur yang terlibat dapat bekerja secara maksimal sehingga masyarakat Sulawesi Utara dapat menjalankan ibadah dan merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan,” ujar Gubernur.
Sementara itu, Kapolda Roycke Harry Langie menegaskan bahwa Operasi Ketupat Samrat 2026 merupakan operasi terpadu yang melibatkan berbagai instansi, mulai dari pemerintah daerah, TNI, BMKG, Basarnas, Satpol PP hingga unsur masyarakat.
“Yang utama adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat agar mudik berlangsung aman dan keluarga bisa merayakan Lebaran dengan bahagia. Itu menjadi arahan langsung dari Kapolri,” tegas Kapolda.
Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Fokus pengamanan tidak hanya pada jalur mudik darat, tetapi juga mencakup transportasi laut dan udara, pengawasan aktivitas di ruang digital, hingga penjagaan rumah warga yang ditinggalkan saat mudik.
Selain itu, aparat juga akan memperketat pengawasan terhadap peredaran minuman keras, senjata tajam, petasan hingga narkotika, guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Pemerintah bersama aparat keamanan berharap masyarakat dapat mendukung upaya ini dengan mematuhi setiap imbauan petugas di lapangan, sehingga perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Sulawesi Utara dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.


