Perkamil - Langkah demi langkah penuh luka dan penghayatan mengiringi prosesi Jalan Salib yang digelar jemaat GMIM Betesda Perkamil. Dimulai dari Jalan Raya Manguni, perjalanan iman itu akhirnya mencapai titik paling memilukan di Perumahan Dwelling Perkamil tempat yang disimbolkan sebagai Bukit Golgota.
Di sanalah, suasana berubah menjadi lautan duka.
Ketua Lingkungan 5 Perkamil, Ridwan Lamiu, yang memerankan, harus menjalani adegan paling menyayat hati, “penyaliban” di Gunung Golgota. Tubuhnya yang sejak awal sudah tampak lemah karena memikul salib, kini terbaring pasrah, menggambarkan puncak penderitaan yang menggetarkan iman.
Sepanjang perjalanan menuju Dwelling Perkamil, Ridwan jatuh bangun memikul salib kayu berat. Setiap kali tubuhnya tersungkur ke tanah, jeritan kecil dan tangisan jemaat terdengar. Beberapa ibu terlihat tak sanggup menyaksikan, menutup wajah sambil berdoa. Anak-anak pun terdiam, menyaksikan dengan mata berkaca-kaca.
Prosesi ini dipimpin oleh Ketua Jemaat bersama BPMJ, dengan titik start di depan SDN 55 Perkamil. Ratusan jemaat mengikuti dari awal hingga akhir dengan penuh khidmat, berjalan dalam doa, pujian, dan perenungan mendalam.
Ketua panitia, , menjelaskan bahwa seluruh rangkaian telah dipersiapkan agar jemaat dapat benar-benar menghayati makna penderitaan Kristus.
“Ini bukan sekadar kegiatan tahunan. Ini adalah panggilan iman, agar kita semua kembali merenungkan kasih dan pengorbanan Tuhan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Jalan Salib merupakan tradisi gereja yang disusun dari kisah sengsara dalam , , , dan , yang kemudian dirangkai menjadi 14 perhentian sebagai bentuk devosi umat.
Saat adegan penyaliban berlangsung di “Golgota” Dwelling Perkamil, suasana benar-benar hening. Tak ada suara selain isak tangis yang pecah perlahan. Beberapa jemaat bahkan terlihat berlutut, menundukkan kepala, larut dalam doa dan kesedihan yang mendalam.
Ridwan Lamiu, dengan suara lirih setelah prosesi, mengungkapkan rasa syukurnya meski harus menjalani peran yang berat secara fisik dan emosional.
“Ini pengalaman yang tidak mudah. Tapi saya bersyukur bisa merasakan sedikit dari penderitaan Kristus. Semoga ini menguatkan iman kita semua,” katanya.
Prosesi Jalan Salib tahun ini tak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sentuhan batin yang menggugah. Di Dwelling Perkamil, di bawah simbol Golgota, ratusan hati dipersatukan dalam duka, doa, dan harapan akan kasih yang tak pernah berakhir.


