Manado - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) memastikan seluruh program strategis daerah saat ini berjalan konsisten, terukur, dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan sebagai respons atas berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan secara langsung maupun melalui media sosial.
Di bawah kepemimpinan dan , Pemprov menegaskan bahwa fokus pembangunan tetap diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Secara makro, kinerja ekonomi Sulut menunjukkan tren positif. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,66 persen (c-to-c) dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp204,75 triliun.
Pada sektor infrastruktur, Pemprov melalui Dinas PUPR terus melakukan pemeliharaan dan rekonstruksi jalan provinsi, terutama pada jalur logistik dan akses ekonomi masyarakat yang terdampak cuaca ekstrem.
Di bidang sumber daya manusia dan ekonomi, peningkatan investasi mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan industri pengolahan sebesar 9,97 persen. Program pendidikan vokasi juga diperkuat melalui pengiriman ratusan siswa dan mahasiswa magang ke Jepang. Selain itu, pembangunan SMA Taruna Nusantara di Langowan dan rencana pembukaan Fakultas Kedokteran di Universitas Negeri Manado (UNIMA) terus diproses.
Untuk sektor pertanian dan perikanan, Nilai Tukar Petani (NTP) Sulut pada Februari 2026 tercatat sebesar 128,50. Pemprov menyalurkan bantuan alat mesin pertanian serta mengoptimalkan lahan padi seluas 2.000 hektare. Di sektor kelautan, penguatan armada tangkap dan pembangunan cold storage mendorong peningkatan ekspor hingga 28,42 persen.
Pada layanan dasar, Sulut meraih UHC Award 2026 sebagai bentuk keberhasilan dalam penyediaan jaminan kesehatan. Layanan kesehatan diperluas melalui kapal klinik di wilayah kepulauan serta pembangunan fasilitas kesehatan, termasuk pusat layanan kanker terpadu di RSUP Kandouw. Di sektor pendidikan, dilakukan revitalisasi fasilitas sekolah dan penyaluran beasiswa.
Sementara itu, dalam pengendalian harga, Pemprov bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melaksanakan Gerakan Pangan Murah di 190 titik di seluruh kabupaten/kota. Pemerataan energi juga dilakukan melalui penyediaan listrik 24 jam di enam pulau terluar sejak 2025.
Pemprov Sulut menyatakan akan terus menjaga konsistensi pelaksanaan program pembangunan dengan mengedepankan sinergi antara pemerintah dan masyarakat guna mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga.


