Iklan

WOW! 2.000 Anak Pecahkan Rekor MURI di Festival Telur Paskah Sulut, Aula Mapalus Jadi Lautan Warna

Swara Manado News
Rabu, 08 April 2026, 11:17 WIB Last Updated 2026-04-08T03:17:43Z



Manado 
– Suasana Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Rabu pagi (8/4/2026), berubah total menjadi lautan warna dan keceriaan. Ribuan anak Sekolah Minggu memadati lokasi dengan penuh antusias, mengikuti Festival Menghias Telur Paskah yang sukses mencetak sejarah dengan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Sejak pukul 05.00 WITA, peserta sudah berdatangan bersama orang tua masing-masing. Dengan membawa perlengkapan menghias telur, wajah-wajah ceria dan semangat kebersamaan langsung terasa memenuhi ruangan. Kegiatan ini bukan sekadar lomba, melainkan momentum hangat yang mempererat hubungan anak dan keluarga.

Sejumlah jemaat anak Sekolah Minggu dari berbagai wilayah turut ambil bagian, termasuk anak-anak Sekolah Minggu Betesda Perkamil yang terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

Ketua Panitia, Anik Yulius Selvanus, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya atas capaian spektakuler tersebut. Ia menyebut, festival ini menjadi yang pertama di Indonesia dengan jumlah peserta terbanyak.

“Pencapaian rekor menghias telur Paskah dengan peserta terbanyak se-Indonesia. Ada sekitar 2.000 anak yang ikut ambil bagian hari ini,” ujarnya di hadapan peserta.

Ia juga menyapa anak-anak dengan penuh semangat, menegaskan bahwa kegiatan ini akan dinilai langsung oleh pihak MURI sebagai rekor nasional.

Lebih dari sekadar memecahkan rekor, festival ini sarat makna edukatif dan spiritual. Anik menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai iman sejak dini sekaligus membentuk karakter anak dalam kasih, persatuan, dan sukacita.

“Momen ini menjadi ruang kreatif dan edukasi iman bagi anak-anak, agar mereka memahami makna kebangkitan Tuhan Yesus Kristus sebagai dasar kehidupan mereka,” jelasnya.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, turut memberikan pesan inspiratif kepada para peserta. Ia mengibaratkan telur sebagai simbol kehidupan baru yang penuh harapan.

“Telur itu lambang kehidupan baru. Dari sini adik-adik belajar menghias diri menjadi pribadi yang berguna. Siapa tahu nanti ada yang jadi gubernur, wali kota, atau pemimpin masa depan,” ungkapnya, disambut antusias anak-anak.

Ia pun mengajak seluruh peserta untuk terus bertumbuh menjadi anak yang mengasihi orang tua, guru, dan sesama, serta hidup sebagai generasi yang beriman.

Di sisi lain, rasa bangga juga datang dari para orang tua. Maria, salah satu orang tua peserta, mengaku terharu anaknya bisa menjadi bagian dari momen bersejarah tersebut.

“Ini kebanggaan bagi kami. Anak kami bisa ikut dalam kegiatan yang bukan hanya meriah, tapi juga membentuk iman dan karakter untuk masa depan,” tuturnya.

Festival ini menjadi bukti bahwa dari kreativitas sederhana, dapat lahir makna besar. Dari telur-telur yang dihias penuh warna, terangkai harapan, iman, dan masa depan cerah bagi generasi Sulawesi Utara.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • WOW! 2.000 Anak Pecahkan Rekor MURI di Festival Telur Paskah Sulut, Aula Mapalus Jadi Lautan Warna

Terkini

Iklan