Manado, 7 Juni 2026 – SMK Negeri 6 Manado merilis klarifikasi resmi untuk meluruskan berbagai informasi keliru, hoaks, dan tuduhan yang beredar di masyarakat terkait penerapan dana Praktek Kerja Lapangan (PKL) siswa. Melalui pernyataan rinci dan berbasis fakta, pihak sekolah menegaskan seluruh mekanisme yang diterapkan sudah sesuai aturan dan murni demi peningkatan kualitas kompetensi siswa.
Poin utama yang diluruskan sekolah adalah sifat dana PKL yang 100% bersifat opsional, bukan paksaan. Ada dua jalur penempatan yang disediakan:
1. Jalur Puskesmas: Sepenuhnya Gratis – Penempatan dilakukan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan milik pemerintah, tanpa biaya sepeser pun, dan tetap mengikuti standar pendidikan yang berlaku.
2. Jalur Rumah Sakit Swasta: Berbayar (Pilihan Sukarela) – Opsi ini ditawarkan sebagai inovasi agar siswa mendapatkan pengalaman dan keterampilan tingkat lebih tinggi. Biaya yang dibebankan pun rinci dan transparan, digunakan untuk honor instruktur klinik, penyediaan bahan habis pakai dan alat pelindung diri, pelatihan keselamatan pasien bersertifikat, serta kebutuhan administrasi program. Tidak ada satu pun dana yang diambil untuk keuntungan pribadi pihak sekolah maupun pengelola.
Sekolah juga menjelaskan alasan mengapa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak bisa digunakan untuk keperluan ini. Berdasarkan Juknis BOS, dana tersebut hanya dialokasikan untuk operasional standar sekolah, dan secara tegas dilarang digunakan untuk tarif komersial atau kebutuhan khusus di rumah sakit swasta.
Menanggapi tuduhan yang beredar bahwa “orang tua murid keberatan dan merasa dipaksa membayar”, pihak sekolah menegaskan hal itu tidak benar. Seluruh pelaksanaan telah didasari kesepakatan bersama antara sekolah dan wali murid, serta dilengkapi laporan penggunaan dana yang terbuka dan dapat diperiksa. Tidak ada tekanan, intimidasi, atau perlakuan yang merugikan siswa maupun keluarga.
“Inovasi penempatan di rumah sakit swasta kami lakukan semata agar lulusan SMKN 6 Manado memiliki keterampilan unggul dan siap bersaing. Dana yang dikumpulkan murni dikembalikan untuk kualitas pembelajaran di lapangan, tanpa ada keuntungan pribadi,” tegas Kepala Sekolah, Altje Salele, M.Pd.
Sekolah juga membuka ruang dialog bagi siapa saja yang memiliki keberatan atau ketidaksetujuan, meminta masyarakat dan orang tua murid untuk selalu memverifikasi informasi langsung ke pihak sekolah dan tidak mudah terprovokasi berita yang belum jelas kebenarannya.
Sebagai penutup, SMKN 6 Manado mengajak semua pihak untuk menjadikan fakta sebagai dasar, kebersamaan sebagai kekuatan, dan pendidikan sebagai tujuan utama, demi kemajuan pendidikan dan kualitas lulusan yang lebih baik lagi.


