Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Iklan

Gempa M7,7 Guncang Nagekeo, Dua Warga Tewas di Sikka

Swara Manado News
Sabtu, 15 Agustus 2026, 09:25 WIB Last Updated 2026-08-15T01:25:00Z


JAKARTA —
Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB. Gempa berpusat di laut pada kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.


Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah NTT hingga Sulawesi Selatan. BNPB melalui Pusdalops bersama BPBD di wilayah terdampak langsung melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan keselamatan masyarakat serta mendata dampak bencana.


Laporan pendahuluan Kodim Sikka menyebutkan, gempa berdampak di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka. Dua orang dilaporkan meninggal dunia, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan, sementara satu orang lainnya mengalami luka-luka.


Tim gabungan Basarnas, TNI dan Polri masih melakukan evakuasi di lokasi. Data korban masih dalam proses verifikasi dan pendataan lebih lanjut oleh petugas di lapangan.


Di Kabupaten Nagekeo, guncangan dirasakan sangat kuat selama sekitar satu menit. Warga panik dan berhamburan keluar rumah setelah merasakan getaran keras.


Situasi serupa terjadi di Kabupaten Sikka dan Manggarai Barat. BPBD setempat langsung berkoordinasi dengan unsur terkait dan mengarahkan masyarakat di kawasan pesisir untuk melakukan evakuasi menyusul adanya peringatan dini tsunami.


Guncangan juga dirasakan hingga Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, serta sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Jeneponto, Kepulauan Selayar dan Maros.


Gempa susulan kembali mengguncang wilayah tersebut. BNPB mencatat gempa Magnitudo 6,2 pada pukul 05.13.53 WIB, disusul Magnitudo 6,2 pada pukul 05.28.40 WIB dan Magnitudo 5,6 pada pukul 05.37.19 WIB. Sejumlah gempa susulan lainnya juga tercatat, termasuk Magnitudo 5,5. Berdasarkan informasi sementara, gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami.


BNPB masih melakukan pemutakhiran data terkait korban jiwa, korban luka, kerusakan bangunan dan dampak lainnya. Data tersebut masih dapat berubah setelah proses verifikasi lapangan selesai.


BNPB mengimbau masyarakat, terutama yang berada di kawasan pesisir, tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta informasi resmi BMKG. Warga juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan karena berpotensi membahayakan.


Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan resmi terkait gempa dan potensi tsunami dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG, BNPB, BPBD, pemerintah daerah serta TNI-Polri.


BNPB bersama BPBD, Basarnas, TNI, Polri dan unsur terkait terus melakukan pemantauan, evakuasi, penanganan korban serta memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.


Data dalam laporan ini masih bersifat sementara dan dapat berkembang sesuai hasil verifikasi di lapangan.

Sumber: BNPB — Siaran Pers Nomor 544/Pers-PusdatinKK/BNPB/Dis.02.01/VIII/2026, 15 Agustus 2026.

👁️ Dilihat: hitwebcounter.com/
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Gempa M7,7 Guncang Nagekeo, Dua Warga Tewas di Sikka

Terkini

Iklan