MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bergerak cepat merespons kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan hutan lindung Gunung Soputan, tepatnya di kawasan Wisata Alam Camping Ground Selet, Kecamatan Silian Raya, Kabupaten Minahasa Tenggara.
Atas arahan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., jajaran Pemprov Sulut langsung mengoordinasikan langkah-langkah penanganan secara terpadu bersama berbagai instansi untuk mempercepat pengendalian api sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.
Operasi penanganan yang digelar pada Senin (3/8/2026) melibatkan BPBD Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Kehutanan Provinsi Sulut, Satuan Polisi Pamong Praja, Korem 131/Santiago, Brimob, Manggala Agni, Polisi Kehutanan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, serta sejumlah unsur pendukung lainnya.
Sinergi lintas instansi tersebut difokuskan pada pemadaman titik api, pengendalian potensi perluasan kebakaran, serta perlindungan kawasan hutan lindung yang memiliki nilai ekologis penting bagi Sulawesi Utara.
Selain mengerahkan personel gabungan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga menyalurkan bantuan logistik kepada petugas yang bekerja di garis depan. Bantuan berupa beras, ikan kaleng, mi instan, dan matras disiapkan untuk menunjang kebutuhan personel selama proses penanganan di lapangan.
Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa penanggulangan kebakaran hutan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Karena itu, koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, serta instansi teknis terus diperkuat agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lain.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar, tidak menyalakan api di kawasan hutan maupun lokasi wisata alam, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sejak dini.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di Gunung Soputan dan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang diperlukan demi melindungi kawasan hutan, menjaga keselamatan masyarakat, serta menekan risiko terjadinya bencana yang lebih besar.


