Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Iklan

BMKG Ungkap Kemarau Sulut Bisa Bertahan hingga Desember 2026, Hujan Normal Diprediksi Awal 2027

Swara Manado News
Kamis, 03 September 2026, 10:14 WIB Last Updated 2026-09-03T02:14:52Z


BITUNG —
Masyarakat Sulawesi Utara, termasuk Kota Bitung, diminta bersabar menghadapi kondisi cuaca kering yang masih berpotensi berlangsung hingga penghujung tahun 2026.


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Bitung memperkirakan kondisi kemarau panjang di Sulawesi Utara masih akan bertahan hingga Desember 2026.


Hal tersebut disampaikan Forecaster BMKG Kota Bitung, Aldi Kaspari, kepada sejumlah wartawan usai Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Lapangan Sari Cakalang, Bitung, 3 September 2026.


Kaspari mengatakan, berdasarkan tinjauan klimatologi BMKG, kondisi cuaca kering di Sulawesi Utara diperkirakan masih berlangsung hingga akhir tahun.


“Cuaca kemarau panjang di Sulut dari klimatologi yang kami lihat akan terus bertahan sampai akhir tahun 2026,” ujar Kaspari.


Menurutnya, kondisi geografis Sulawesi Utara yang berada di antara Laut Maluku dan Samudra Pasifik turut memengaruhi dinamika cuaca di wilayah tersebut.


Meski demikian, bukan berarti Sulut sama sekali tidak berpotensi diguyur hujan. BMKG masih melihat adanya potensi hujan secara tiba-tiba di sejumlah wilayah.


Namun, intensitas hujan tersebut diperkirakan belum tinggi dan belum merata di seluruh wilayah Sulawesi Utara.


“Untuk bulan September ini cuacanya masih cerah berawan dan untuk potensi hujannya masih belum di seluruh Sulut,” jelasnya.


Kaspari menjelaskan, kondisi angin juga masih cukup kencang akibat pengaruh monsun dari arah Australia. Massa udara dari wilayah selatan kemudian berinteraksi dengan kondisi atmosfer di kawasan Samudra Pasifik.


Ia juga menyebut fenomena El Niño turut berpengaruh terhadap kondisi atmosfer yang terjadi saat ini.


“Angin masih kencang karena monsun dari arah Australia sehingga ada tarikan udara dari selatan. Kemudian karena ada efek El Niño, Samudra Pasifik itu menjadi lebih panas, artinya tekanannya menjadi lebih rendah, anginnya menjadi lebih kencang,” ungkapnya.


BMKG memperkirakan hujan dengan pola yang lebih normal baru berpotensi terjadi pada awal 2027.


“Prakiraan kami hujan itu normalnya akan turun di awal tahun 2027 mendatang,” kata Kaspari.


Kondisi kemarau panjang tersebut menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus berdampak terhadap ketersediaan air dan aktivitas masyarakat.


Karena itu, masyarakat di Sulawesi Utara diimbau tetap waspada terhadap potensi kebakaran, menghemat penggunaan air, serta mengikuti perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG.

Berita ini disadur dari SulutReview.com dan ditulis ulang untuk kebutuhan pemberitaan.

👁️ Dilihat: hitwebcounter.com/
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • BMKG Ungkap Kemarau Sulut Bisa Bertahan hingga Desember 2026, Hujan Normal Diprediksi Awal 2027

Terkini

Iklan