MANADO - Lima tahun bukan waktu yang singkat bagi sebuah organisasi untuk bertahan, apalagi tumbuh di tengah perubahan dunia pers yang begitu cepat.
Bagi Aliansi Pers Manado (APM), perjalanan itu sekaligus menjadi cerita tentang kepercayaan, kebersamaan dan tanggung jawab. Di dalamnya, nama Steven Rondonuwu menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.
Sejak APM berdiri pada 6 Agustus 2021, Steven dipercaya memimpin organisasi insan pers tersebut. Kepercayaan itu kembali diberikan ketika ia terpilih secara aklamasi untuk periode 2024–2027 dalam rapat organisasi pada 19 Juni 2024.
Kepengurusan periode kedua kemudian dikukuhkan Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang pada 6 Agustus 2024, bertepatan dengan HUT ke-3 APM.
Bagi Steven, jabatan bukan sekadar posisi. Ada amanah anggota yang harus dijaga dan ada tanggung jawab untuk memastikan organisasi tetap hidup, solid dan memberi manfaat.
Perjalanan APM di bawah kepemimpinan Steven tidak hanya berlangsung melalui aktivitas jurnalistik.
Pada peringatan HUT ke-5, 11 Agustus 2026, APM memilih merayakan momentum tersebut dengan turun langsung ke kawasan Malalayang Beach Walk (MBW).
Bukan dengan seremoni besar, melainkan melalui aksi bersih-bersih lingkungan.
Para insan pers yang sehari-hari sibuk dengan berita dan peristiwa, hari itu mengambil peran lain: menjadi bagian dari gerakan menjaga kebersihan kawasan pesisir.
Pesannya sederhana, tetapi penting. Pers tidak hanya memiliki ruang untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam kehidupan sosial masyarakat.
Steven menilai menjaga lingkungan bukan semata tanggung jawab pemerintah. Masyarakat, dunia usaha, komunitas dan insan pers memiliki peran yang sama.
Memimpin organisasi yang beranggotakan insan pers tentu memiliki tantangan tersendiri.
Ada beragam karakter, kepentingan dan sudut pandang yang harus dipertemukan dalam satu wadah. Karena itu, komunikasi dan kebersamaan menjadi modal penting.
Dua periode kepemimpinan Steven menjadi bagian dari perjalanan APM dalam menjaga eksistensinya sejak 2021 hingga memasuki tahun kelima.
Namun, perjalanan tersebut belum berhenti.
Tantangan dunia pers justru semakin kompleks. Kecepatan informasi harus berjalan beriringan dengan akurasi. Kebebasan pers harus tetap disertai tanggung jawab. Sementara kepercayaan publik harus dijaga melalui profesionalisme dan integritas.
Di titik itulah keberadaan organisasi pers menjadi penting.
APM tidak hanya dituntut hadir ketika sebuah peristiwa menjadi berita, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan kepedulian.
Lima tahun perjalanan APM akhirnya bukan sekadar catatan usia organisasi.
Ia menjadi cerita tentang bagaimana kepercayaan dipelihara, kebersamaan dipertahankan dan profesi pers berusaha mengambil tempat di tengah kehidupan masyarakat Manado.
Dan bagi Steven Rondonuwu, perjalanan itu masih terus berlangsung dengan amanah yang sama: menjaga organisasi tetap solid, profesional dan bermanfaat.


