MINAHASA, SWARAMANADONEWS.CO — Kabupaten Minahasa berpeluang menjadi pusat pengembangan olahraga pacuan kuda dan pariwisata berbasis olahraga (sport tourism) di Sulawesi Utara, menyusul rencana pembangunan arena pacuan kuda bertaraf internasional yang disebut telah mendapat restu Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Informasi tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus saat menghadiri Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda Pordasi ke-60 di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sabtu (24/10/2026).
Yulius mengungkapkan, rencana pembangunan tersebut menjadi salah satu pembahasan saat dirinya dipanggil Presiden Prabowo ke Hambalang sekitar lima hari sebelumnya.
“Salah satu pembahasannya, beliau akan membangun pacuan kuda di Sulawesi Utara berskala internasional. Terima kasih Bapak Presiden, ini berita baik untuk Sulawesi Utara,” ujar Yulius.
Rencana tersebut membuka peluang bagi Minahasa untuk memperkuat posisinya sebagai lokasi penyelenggaraan kejuaraan pacuan kuda berskala nasional hingga internasional. Terlebih, Tompaso telah memiliki Gelanggang Pacuan Kuda Maesa yang menjadi lokasi pelaksanaan Kejurnas Pordasi.
Jika direalisasikan dan didukung infrastruktur serta agenda kompetisi yang berkelanjutan, keberadaan arena bertaraf internasional berpotensi meningkatkan kunjungan atlet, ofisial, pemilik kuda, komunitas olahraga, dan wisatawan ke Minahasa.
Peningkatan kunjungan tersebut juga berpeluang membuka pasar bagi pelaku usaha lokal, mulai dari penginapan, rumah makan, jasa transportasi, pedagang kecil hingga usaha yang berkaitan dengan kebutuhan penyelenggaraan kompetisi.
Dampak ekonomi itu akan bergantung pada kesiapan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengembangkan fasilitas pendukung, promosi destinasi, serta keterlibatan pelaku usaha lokal dalam setiap penyelenggaraan kegiatan.
Gubernur Yulius mengatakan, pengembangan pacuan kuda di Sulawesi Utara harus disertai pembinaan atlet, peningkatan kemampuan joki, serta dukungan bagi pemilik kuda dan pengelola stable.
“Untuk sekarang ini kuda di Sulawesi Utara akan bangkit kembali. Kita berharap para joki, para stable, semua pihak kita akan mendukung kegiatan fisik dan nonfisik. Nonfisik ini sangat penting, di mana pembekalan kepada atlet-atlet agar menjadi yang terbaik di Indonesia, bahwa kita yakini akan go international,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi Pengurus Pusat Pordasi bersama promotor SARGA.CO yang memilih Sulawesi Utara sebagai lokasi pembuka kalender Indonesia’s Horse Racing (IHR) 2026 bertajuk Race to the World Stage.
Menurut Yulius, penyelenggaraan kejuaraan berskala besar harus memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Karena itu, promosi pariwisata berbasis olahraga perlu dikemas secara matang agar potensi Minahasa semakin dikenal di tingkat nasional.
“Ajang berskala besar seperti ini wajib memberikan dampak domino yang positif bagi perekonomian lokal. Promosi pariwisata berbasis olahraga (sport tourism) harus dikemas matang agar daya tarik wisata Minahasa semakin dikenal luas di tingkat nasional,” tuturnya.
Momentum pengembangan tersebut diperkuat prestasi kontingen Pordasi Sulawesi Utara dalam Kejurnas Pacuan Kuda 2026. Kontingen Sulut meraih 149 poin, unggul atas Jawa Barat dengan 44,5 poin, Papua Selatan 39,5 poin, dan Jawa Tengah 33,5 poin. Sementara itu, Daerah Khusus Jakarta mengumpulkan 24 poin.
Prestasi ini menambah daya tarik Minahasa sebagai lokasi penyelenggaraan kompetisi pacuan kuda. Namun, realisasi manfaat jangka panjang bagi daerah akan ditentukan oleh kesinambungan agenda pertandingan, penguatan fasilitas, serta kemampuan menghubungkan kegiatan olahraga dengan destinasi wisata dan produk unggulan masyarakat.
Hingga berita ini disusun, belum ada rincian yang disampaikan mengenai lokasi pasti pembangunan arena internasional, nilai anggaran, jadwal pelaksanaan, maupun skema pembangunan. Dengan demikian, Minahasa masih menantikan perkembangan lebih lanjut atas rencana tersebut.


