TOMOHON, SMNC – Antusiasme peserta mewarnai pembukaan GMIM Cup 2026 di halaman belakang Kantor BPMS GMIM, Tomohon, Jumat (23/10/2026). Ajang olahraga ini melibatkan lebih dari seribu peserta dari cabang catur dan tenis meja, sekaligus menjadi momentum bagi Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK), membuka peluang pembinaan dan dukungan biaya pendidikan bagi pecatur muda berprestasi.
Di hadapan para peserta, YSK menegaskan pentingnya menyiapkan bibit unggul sejak usia sekolah. Menurutnya, pembinaan olahraga tidak cukup hanya melalui kompetisi, tetapi harus disertai dukungan berkelanjutan agar atlet muda dapat mengembangkan kemampuan sekaligus meraih pendidikan yang lebih baik.
“Kenapa demikian? Kita harus punya bibit unggul,” tegas YSK.
Gubernur kemudian membagikan pengalamannya membina pendidikan atlet catur di Serang, Banten. Ia mengaku membiayai pendidikan 90 siswa secara gratis dengan dukungan pembinaan catur yang melibatkan empat master.
Menariknya, tiga anak asal Sulawesi Utara dari jenjang SMP, SMA, hingga perguruan tinggi disebut telah memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan bermain catur di Banten.
YSK pun mengajak pecatur junior Sulut yang memiliki prestasi untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. Ia menyatakan siap menanggung biaya pendidikan dan pembinaan bagi peserta yang memenuhi kriteria serta bersedia bergabung dengan program di Serang.
“Kalau yang junior berkenan, dari kelas satu sampai tiga, sepuluh besarlah, kalau mau silakan bergabung di Serang. Nanti saya biayai semua,” ujar YSK.
Tawaran itu menjadi salah satu sorotan dalam GMIM Cup 2026. Bagi pecatur muda, kesempatan tersebut membuka jalan untuk mengembangkan bakat secara lebih serius, tanpa harus memisahkan cita-cita olahraga dari pendidikan formal.
YSK menilai catur bukan sekadar permainan strategi. Olahraga ini juga menuntut konsentrasi, kedisiplinan, ketekunan, serta kemampuan mengambil keputusan secara tepat. Karena itu, pembinaan sejak dini dinilai penting untuk mengarahkan potensi anak-anak menuju prestasi yang lebih tinggi.
Besarnya antusiasme terlihat dari jumlah peserta yang ambil bagian dalam dua cabang olahraga tersebut. Berdasarkan data panitia, sebanyak 305 peserta mengikuti lomba catur kategori Senior Umum dan Junior U-17, sementara sekitar 700 atlet berkompetisi di cabang tenis meja.
Dengan total sekitar 1.005 peserta, GMIM Cup 2026 menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga yang digelar di lingkungan GMIM.
Ketua BPMS GMIM, Pdt. Dr. Adolf Wenas, M.Th., bersama jajaran, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula Ketua Panitia GMIM Cup 2026, Pdt. John Slat, S.Th., M.Th.
Kehadiran ratusan pecatur dan ratusan atlet tenis meja menjadikan GMIM Cup bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk mempertemukan atlet, menguji kemampuan, dan menumbuhkan semangat sportivitas.
Momentum GMIM Cup 2026 menegaskan pentingnya sinergi antara kompetisi, pembinaan, dan pendidikan. Jumlah peserta yang menembus seribu orang menjadi gambaran besarnya minat terhadap olahraga, sementara tawaran YSK memberikan peluang bagi atlet muda berprestasi untuk melangkah ke tahap pembinaan berikutnya.
Tantangan selanjutnya adalah memastikan potensi yang muncul dalam kompetisi dapat berlanjut melalui program latihan terarah, pendampingan, serta kesempatan mengikuti pertandingan yang lebih luas.
Bagi pecatur junior Sulawesi Utara, peluang yang disampaikan YSK dapat menjadi pintu menuju prestasi sekaligus pendidikan yang lebih baik. Namun, keberlanjutan pembinaan dan realisasi dukungan tersebut akan menjadi bagian penting agar kesempatan yang ditawarkan benar-benar memberi manfaat bagi atlet muda daerah.


