Iklan

Iklan

Bentengi Siswa dari Neonasi, Kepala SMP Negeri 8 Manado Tegaskan Sekolah Aman dan Bebas Penyimpangan

Swara Manado News
Jumat, 30 Januari 2026, 13:19 WIB Last Updated 2026-01-30T05:19:01Z


MANADO
– SMP Negeri 8 Manado menegaskan komitmennya dalam mencegah masuknya pengaruh negatif, termasuk neonasi, di lingkungan sekolah. Hingga saat ini, pihak sekolah memastikan tidak ditemukan siswa yang terpapar neonasi, berkat pembinaan karakter yang dilakukan secara konsisten dan terstruktur.


Kepala SMP Negeri 8 Manado, Tineke Helena Timpaulu, S.Pd, menegaskan bahwa upaya pencegahan telah dimulai sejak awal kegiatan belajar mengajar, bahkan sebelum materi pelajaran disampaikan.


“Sebelum masuk materi pembelajaran, kami selalu melakukan pembinaan karakter kepada anak-anak. Mereka dibiasakan untuk saling menghargai, menghormati, dan saling membantu antar sesama,” ujar Tineke.


Menurutnya, pembinaan tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari pengaruh paham atau perilaku menyimpang.


Selain pembinaan internal, SMP Negeri 8 Manado juga menjalin kerja sama aktif dengan Polsek Malalayang. Setiap bulan dilakukan dua kali sidak, disertai patroli rutin di sekitar sekolah yang dilakukan tanpa sepengetahuan siswa.


“Patroli dilakukan secara diam-diam. Jika ada siswa yang masih berkelompok saat jam pulang, langsung diarahkan untuk pulang ke rumah masing-masing. Ini langkah pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak baik,” jelas Tineke.


Dalam pembentukan karakter spiritual, sekolah melaksanakan program kerohanian sesuai kepercayaan siswa. Bagi siswa Muslim diadakan pesantren kilat, sementara siswa Kristen mengikuti ret-ret rohani, sebagai upaya membangun iman, disiplin, dan moralitas.


Sekolah juga memperkuat sinergi dengan orang tua melalui berbagai kegiatan, termasuk mengundang Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSUA) dan melaksanakan KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) serta doa bersama bagi para siswa.


Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, SMP Negeri 8 Manado bekerja sama dengan Badan Narkotika dalam program penyuluhan, serta melibatkan OSIS dan PELSIS dalam kegiatan edukasi dan penguatan karakter sebaya.


Penguatan Pendidikan Moral Pancasila diberikan secara lebih luas melalui pembinaan karakter, ruang diskusi, serta sesi sharing antara siswa dan guru. Program ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, di mana pembinaan karakter dilakukan sebelum pembelajaran dimulai.


Tak hanya itu, pihak sekolah juga melakukan home visit bagi siswa yang mengalami permasalahan di sekolah.


“Kami turun langsung ke rumah siswa untuk mencari solusi bersama orang tua. Tujuannya agar anak-anak tetap bisa sekolah dengan baik dan tidak kehilangan masa depan,” tegas Tineke Helena Timpaulu, S.Pd.


Dengan pendekatan menyeluruh yang melibatkan sekolah, aparat keamanan, orang tua, serta lembaga terkait, SMP Negeri 8 Manado terus berupaya menjaga peserta didik dari pengaruh negatif dan membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, berakhlak, dan berintegritas.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bentengi Siswa dari Neonasi, Kepala SMP Negeri 8 Manado Tegaskan Sekolah Aman dan Bebas Penyimpangan

Terkini

Iklan