Iklan

Iklan

Disambut Adat Tulude, Kedatangan Wagub Victor Mailangkay di Sangihe Tegaskan Sinergi Provinsi–Perbatasan di HUT ke-601

Swara Manado News
Sabtu, 31 Januari 2026, 13:52 WIB Last Updated 2026-01-31T05:52:12Z


SANGIHE
– Kedatangan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, di Pelabuhan Tahuna, Sabtu (31/01/2026), bukan sekadar agenda seremonial. Ia disambut dengan prosesi Adat Tulude penghormatan tertinggi masyarakat Sangiheyang menegaskan kuatnya ikatan budaya sekaligus sinergi pemerintahan di wilayah perbatasan Nusa Utara.

KM Mercy Teratai yang membawa rombongan Wagub merapat di pelabuhan disambut langsung Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari dan Wakil Bupati Tendris Bulahari. Jajaran Forkopimda, pejabat daerah, serta tokoh adat tampil mengenakan busana tradisional khas Sangihe dengan ornamen yang memukau, menghadirkan suasana penuh khidmat dan kekeluargaan.

Momen ini bertepatan dengan puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-601 Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kehadiran figur nomor dua di Sulut dinilai menjadi simbol dukungan nyata Pemerintah Provinsi terhadap pelestarian budaya sekaligus penguatan pembangunan kawasan perbatasan yang sarat potensi.

Prosesi adat yang dijalankan sejak penjemputan di pelabuhan menjadi pesan kuat bahwa nilai-nilai leluhur masih menjadi fondasi relasi antarlembaga dan masyarakat. Dalam sambutannya, Wagub Victor menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi warga menjaga tradisi di Bumi Tampungang Lawo.

“Perayaan tahun ini memiliki makna istimewa. Sangihe telah melangkah lebih dari enam abad membangun daerah dengan martabat. Tulude bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi identitas budaya yang menyatukan kita untuk maju bersama,” tegasnya.

Menurutnya, kehadiran Pemerintah Provinsi di tengah perayaan adat bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi komitmen mendukung pelestarian nilai luhur sebagai energi sosial pembangunan.

Setelah prosesi penyambutan, Wagub dan rombongan melanjutkan agenda pendamping sebelum menghadiri lokasi utama Upacara Adat Tulude yang digelar pada malam hari.

Makna Tulude bagi Masyarakat Sangihe

Upacara Adat Tulude merupakan tradisi tahunan yang sarat filosofi:

  • Ucapan syukur kepada Tuhan atas berkat sepanjang tahun.
  • Refleksi diri, menanggalkan hal yang tidak bermanfaat dan memulai lembaran baru.
  • Solidaritas dan persaudaraan, mempererat harmoni sosial masyarakat.

Perayaan ini bukan hanya peristiwa budaya, tetapi juga momentum mempertegas identitas Sangihe sebagai wilayah perbatasan yang kokoh dalam tradisi, kuat dalam persatuan, dan optimistis menatap masa depan.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Disambut Adat Tulude, Kedatangan Wagub Victor Mailangkay di Sangihe Tegaskan Sinergi Provinsi–Perbatasan di HUT ke-601

Terkini

Iklan