Manado – Komitmen Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara dalam menuntaskan pembangunan Manado Outer Ring Road (MORR) III kembali ditegaskan. Kasatker PJN Wilayah I BPJN Sulut, Ringgo Radetyo, mendorong percepatan pembangunan MORR III tahap lima yang membutuhkan anggaran fantastis, sedikitnya Rp500 miliar.
Ringgo menyebut, tahap lima menjadi kunci penyempurnaan MORR III karena akan melanjutkan ruas jalan sepanjang sekitar 3,7 kilometer hingga tembus ke kawasan Winangun, jalur strategis penyangga arus transportasi Kota Manado dan sekitarnya.
“Untuk tembus ke Winangun masih tersisa sekitar 3,7 kilometer. Ini tahap krusial untuk menyempurnakan konektivitas MORR III,” kata Ringgo di Manado, Minggu.
Ia menjelaskan, kebutuhan anggaran besar tak lepas dari tantangan topografi ekstrem di lokasi pembangunan. Pada sejumlah titik, kondisi wilayah berupa jurang sehingga pembangunan jalan konvensional tidak memungkinkan dan harus digantikan dengan konstruksi jembatan.
“Di beberapa lokasi harus dibangun jembatan karena kontur wilayah sangat ekstrem. Ini tentu membutuhkan perencanaan matang dan biaya yang besar,” jelasnya.
Tak hanya itu, tahap lima juga mencakup penataan simpang bersusun untuk menggantikan simpang sebidang, demi meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Penanganan simpang ini, menurut Ringgo, menjadi salah satu komponen pekerjaan dengan nilai anggaran signifikan.
Seluruh kebutuhan dan tantangan pembangunan tersebut, lanjut Ringgo, telah dipaparkan dalam rapat dengar pendapat bersama DPRD Provinsi Sulawesi Utara.
Selain aspek teknis dan anggaran, Ringgo menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, terutama terkait pembebasan lahan. Ia mengungkapkan, pada tahap lima masih terdapat belasan bidang tanah yang harus segera dibebaskan agar proyek tidak terhambat.
“Keberhasilan tahap empat yang sedang berjalan dan kelanjutan tahap lima sangat bergantung pada dukungan pembebasan lahan oleh Dinas Perkimtan Provinsi Sulut,” tegasnya.
Saat ini, BPJN Sulut tengah mengerjakan MORR III tahap empat sepanjang 2,6 kilometer, melanjutkan tahap satu dan dua masing-masing 1,5 kilometer, serta tahap tiga sepanjang 1,9 kilometer.
Ringgo menegaskan, MORR III merupakan proyek strategis nasional yang akan berdampak besar terhadap peningkatan konektivitas, pengembangan wilayah, serta pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara.
“BPJN Sulut berkomitmen melaksanakan pembangunan MORR III secara profesional, transparan, dan berorientasi pada manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” pungkasnya.


