Iklan

Iklan

Iklan

Iklan
Tahun Baru Imlek

Iklan

Air Mata “Ain Ni Ain” di Hari Kemenangan, Umar Key Diselimuti Haru Saat Warga Krist

Swara Manado News
Senin, 23 Maret 2026, 09:13 WIB Last Updated 2026-03-23T01:13:17Z


Tradisi persaudaraan lintas iman hidup di tanah rantau, tokoh Maluku serukan generasi muda rawat persatuan dan bangun negeri.


Sejumlah warga Kristiani asal Maluku yang bermukim di Jabodetabek datang bersilaturahmi, dipimpin oleh . Dengan penuh kehangatan, mereka bersalaman dengan Umar Key dan keluarga, menyampaikan ucapan selamat Idulfitri sekaligus permohonan maaf lahir dan batin.


Tak sekadar kunjungan biasa, suasana berubah syahdu ketika alunan lagu khas Maluku “Gandong, Ale Rasa Beta Rasa” mengalun lembut, menyentuh relung hati setiap yang hadir. Puncak haru terjadi saat Pendeta Hukubun mengalungkan kain salempang biru bertuliskan “Ain Ni Ain” ke leher Umar Key, disertai penyerahan pin dengan pesan yang sama.


“Ain Ni Ain” falsafah hidup masyarakat Keibukan sekadar kata. Ia adalah napas persaudaraan: saling menjaga, saling merasakan, sebagai satu keluarga.


Pelukan hangat yang menyertai pengalungan kain itu seketika memecah emosi. Air mata Umar Key jatuh tanpa bisa dibendung. Haru yang sama tampak di wajah keluarga dan tamu yang hadir. Bahkan Pendeta Hukubun turut larut, menitikkan air mata. Lagu “Beta Salam Ale Serani” yang mengiringi semakin memperdalam suasana kebersamaan yang tulus.


Dengan suara bergetar, Umar Key menegaskan bahwa nilai “Ain Ni Ain” bukan sekadar simbol, melainkan warisan leluhur yang hidup dalam keseharian masyarakat Maluku.


“Ini bukan hanya kata-kata. Ini perasaan bahwa kita semua satu darah, satu keluarga,” ujarnya.


Menurutnya, ikatan itu telah teruji oleh waktu dan berbagai dinamika sejarah. Perbedaan agama bukanlah pemisah, melainkan warna yang memperkaya persaudaraan.


Sebagai tokoh muda Maluku, Umar Key dikenal aktif membangun solidaritas komunitas, baik di perantauan maupun di kampung halaman. Ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk bantuan kemanusiaan dan program beasiswa bagi generasi muda.


Sementara itu, Pendeta Derek Musa Hukubun mengaku terinspirasi oleh kiprah Umar Key dalam merawat kebersamaan masyarakat Maluku, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya.


“Di Jabodetabek ini banyak komunitas, terutama dari Kei. Kita harus satukan mereka dan bersama-sama berkontribusi bagi masyarakat,” ungkapnya.


Ia menambahkan, sejak dahulu masyarakat Maluku telah hidup dalam semangat toleransi yang kuat. Perbedaan keyakinan bukanlah sekat, melainkan bagian dari identitas yang mempererat hubungan kekeluargaan.


Pertemuan lintas iman seperti ini, lanjutnya, menjadi fondasi penting untuk menjaga keharmonisan sekaligus mendorong pembangunan di Maluku dan Maluku Utara.


Menutup momen penuh makna itu, Umar Key menyampaikan pesan tegas kepada generasi muda Maluku.


“Kita ini satu keluarga besar. Kalau ada masalah, duduk bersama dan selesaikan dengan baik. Semua bisa diselesaikan dengan semangat ‘Ain Ni Ain’, Ale Rasa Beta Rasa kita semua satu gandong,” tuturnya.


Di hari kemenangan itu, dari sebuah rumah di Bekasi, pesan besar tentang persaudaraan kembali menggema: bahwa di atas segala perbedaan, kemanusiaan dan kasih sayang tetap menjadi jembatan yang tak pernah putus.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Air Mata “Ain Ni Ain” di Hari Kemenangan, Umar Key Diselimuti Haru Saat Warga Krist

Terkini

Iklan