Manado - Gelombang apresiasi terhadap upaya pembenahan di terus menguat. Transformasi yang digagas Direktur Utama, , dinilai bukan sekadar wacana, melainkan telah menjelma menjadi kerja nyata yang mulai dirasakan masyarakat.
Dukungan tersebut salah satunya datang dari Ketua Brigade Manguni Kota Manado, , yang secara terbuka menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah konkret yang dilakukan manajemen rumah sakit rujukan terbesar di Sulawesi Utara itu.
Menurut Rivai, perubahan yang terjadi tidak hanya tampak dari sisi fisik, tetapi juga menyentuh aspek mendasar dalam pelayanan kesehatan.
“Langkah yang dilakukan Direktur Utama patut diapresiasi. Ini bukan hanya perbaikan fasilitas, tetapi juga perubahan sistem dan cara pelayanan yang semakin manusiawi,” ujarnya.
Ia menilai, komitmen yang ditunjukkan oleh Prof. Starry Rampengan mencerminkan keseriusan dalam membangun layanan kesehatan yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Upaya pembenahan itu terlihat jelas saat jajaran direksi turun langsung melakukan telusur ke sejumlah unit pelayanan. Bersama tim manajemen, berbagai aspek krusial diperiksa secara menyeluruh—mulai dari ketersediaan alat kesehatan, kondisi bangunan, hingga sarana penunjang lainnya.
Hasilnya, progres perbaikan mulai menunjukkan dampak signifikan. Sejumlah unit pelayanan mengalami peningkatan, baik dari segi fasilitas maupun sistem kerja yang kini lebih tertata dan efisien.
Tak berhenti pada infrastruktur, pembenahan juga menyasar alur pelayanan. Evaluasi dilakukan pada sistem administrasi hingga layanan farmasi guna memastikan kemudahan dan kenyamanan bagi pasien.
Bagi Rivai, pendekatan kepemimpinan yang ditunjukkan Prof. Starry—turun langsung ke lapangan dan berdialog dengan pasien—menjadi faktor penting dalam membangun kembali kepercayaan publik.
“Ketika pimpinan hadir langsung, melihat dan mendengar kondisi di lapangan, itu menunjukkan tanggung jawab dan kepemimpinan yang kuat. Ini yang dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.
Dalam setiap kunjungannya, Prof. Starry juga menyempatkan diri menyapa pasien dan keluarga, memberikan semangat, serta mendengarkan keluhan secara langsung. Sentuhan kemanusiaan inilah yang dinilai menjadi pembeda dalam proses transformasi yang sedang berjalan.
Meski demikian, Rivai mengingatkan bahwa proses pembenahan harus terus berlanjut. Ia berharap peningkatan fasilitas, penataan ruang rawat inap, serta pemerataan tenaga dokter spesialis dapat segera diwujudkan.
“Kami dari Brigade Manguni Kota Manado mendukung penuh setiap langkah positif demi pelayanan kesehatan yang lebih baik,” tambahnya.
Dengan komitmen yang terus dijaga, RSUP Kandou kini berada di jalur transformasi menuju rumah sakit rujukan yang tidak hanya unggul dalam fasilitas, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Perubahan itu mungkin berjalan bertahap, namun satu hal yang mulai terasa pasti—harapan baru bagi layanan kesehatan di Sulawesi Utara kini semakin nyata.


