Manado - Malam itu sunyi, seakan waktu berjalan lebih lambat dari biasanya. Di antara detik yang terasa panjang, sebuah perjuangan hidup berlangsung dalam senyap perjuangan seorang bayi mungil yang baru menghirup dunia selama tiga hari, namun harus menghadapi kenyataan berat: kelainan jantung bawaan langka yang mengancam nyawanya.
Diagnosisnya tak sederhana. Transposition of the Great Arteries (TGA), atau kelainan jantung tipe biru, membuat aliran oksigen dalam tubuhnya tak berjalan sebagaimana mestinya. Waktu menjadi musuh. Setiap detik berarti.
Namun di , harapan tidak pernah dibiarkan padam.
Di bawah kepemimpinan , respons cepat langsung digerakkan. Tanpa menunggu pagi, tanpa memberi ruang bagi keterlambatan, tim jantung anak bergerak dalam satu komando.
Sabtu tengah malam, 21 Maret 2026, menjadi saksi bagaimana dedikasi melampaui batas waktu. Hingga pukul 03.30 Wita menjelang subuh, tim medis berjibaku dalam ketegangan tinggi, melakukan prosedur krusial Balloon Atrial Septostomy (BAS) melalui intervensi transkateter—satu-satunya harapan untuk membuka peluang hidup bagi sang bayi.
Dipimpin oleh dokter spesialis jantung anak, dan , tindakan dilakukan dengan presisi luar biasa. Mereka tidak sendiri. Deretan tenaga medis lain seperti Dr. Andre Porotuo, Dr. Raymond Lumentut, Dr. Leonard Moningkey, Dr. Rika, Dr. Nadya Rompis, dan Dr. Tiara Illery, turut menguatkan barisan, bersama tim anestesi dan keperawatan yang sigap tanpa celah.
Di balik cahaya lampu ruang tindakan, ada tangan-tangan penuh ketulusan. Suster Florence Runtunuwu, bersama Broer Jandry Mangelep dan Broer Ferry Sambur, memastikan setiap proses berjalan tanpa kesalahan. Tak ada ruang untuk ragu—hanya fokus dan harapan.
Jam demi jam yang menegangkan itu akhirnya berbuah manis.
Prosedur berjalan sukses.
Nyawa yang sempat berada di ambang batas, perlahan kembali direngkuh. Tangis yang tadinya penuh kecemasan, kini berubah menjadi haru penuh syukur. Sebuah kehidupan kecil kembali diberi kesempatan untuk melangkah lebih jauh.
Keberhasilan ini bukan sekadar kemenangan medis. Ini adalah potret nyata dari kepemimpinan yang kuat, sistem yang solid, dan kerja sama tanpa ego. Di bawah arahan Prof. Starry Rampengan, RSUP Kandou terus menegaskan diri sebagai pusat rujukan dengan kemampuan menangani kasus-kasus kritis berstandar tinggi.
Apresiasi pun mengalir dari berbagai pihak. menyebut pencapaian ini sebagai sesuatu yang luar biasa dan layak mendapat penghargaan tinggi.
Bagi sebagian orang, malam itu mungkin hanya bagian dari waktu yang berlalu.
Namun bagi satu keluarga, malam itu adalah garis tipis antara kehilangan dan harapan—yang pada akhirnya, dimenangkan oleh ketulusan, keahlian, dan kerja sama.
Dan dari ruang sunyi itu, sebuah pesan sederhana kembali ditegaskan: selama masih ada dedikasi dan kemanusiaan, harapan akan selalu menemukan jalannya.


