Manado - Cabang olahraga gulat pantai akhirnya menemukan rumahnya di Sulawesi Utara. Di bawah naungan Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) dengan Ketua Umum Drs. Mourice Sihombing, M.Pd, olahraga yang menggabungkan kekuatan gulat dengan keindahan pantai ini sukses menggelar lomba perdana, Sabtu (7/3/2026).
Pantai Manado menjadi saksi bisu lahirnya momentum bersejarah bagi pembinaan atlet muda di daerah ini. Tak hanya sekadar kompetisi, event ini dirancang sebagai radar pencarian bibit-bibit unggul yang akan dipersiapkan menghadapi kejuaraan level lebih tinggi.
Kehadiran Abid Takalamingan selaku perwakilan KONI Manado memberikan sentuhan resmi pada pembukaan event. Pria ini tak ragu menyuarakan harapan besar: "Penyelenggaraan lomba gulat pantai ini kiranya menjadi kegiatan rutin di Kota Manado, bahkan Sulawesi Utara."
Mendengar dukungan itu, Ketua Panitia Rizal Kaharu semakin termotivasi. Ia mengungkapkan perjalanan panjang timnya yang berstatus "Tim Percepatan": "Dalam waktu dua minggu kami kompak bekerja, membuat pelatihan di sekolah dan di lapangan. Langsung kami ambil keputusan membuat event perdana dengan daya upaya seadanya."
Prestasi ini tak lepas dari dorongan Ketua Gulat Pantai Indonesia Drs. Morits Sihombing, M.Pd, yang sebelumnya telah menggelar event perdana di Jakarta. "Walaupun sederhana, mendapatkan aspirasi dari Kadispora Provinsi dan KONI Manado menjadi kembangan kami untuk semangat," tambah Rizal.
Dengan fondasi yang telah terbangun, tim panitia yang terdiri dari Franky Paat, Hardinan J. Sangkoy, Jeri Pandensolang, Dicky E.W. Rumondor, Carles Gagola, dan Cristine Darminto kini menatap target lebih ambisius: event nasional dan internasional.
Sulawesi Utara, dengan garis pantai yang memesona, kini punya alasan baru untuk bangga. Gulat pantai bukan lagi sekadar imajinasi — ia sudah menjadi realitas yang siap melahirkan juara-juara baru dari Tanah Minahasa.


