Manado, 16 Maret 2026 - Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, (BSG) mengambil langkah strategis dengan menyiapkan likuiditas dana tunai sebesar Rp1 triliun. Kebijakan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan transaksi masyarakat selama periode Lebaran di Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Dana jumbo tersebut difokuskan untuk pengisian mesin ATM serta mendukung kebutuhan transaksi nasabah sebelum masa libur panjang dimulai. Langkah ini dinilai krusial mengingat tingginya aktivitas penarikan tunai dan transaksi keuangan menjelang hari raya.
Namun di sisi lain, BSG juga mengumumkan penyesuaian operasional yang cukup signifikan. Seluruh kantor cabang akan tutup selama 10 hari, mulai 14 hingga 24 Maret 2026. Selama periode tersebut, layanan weekend banking juga ditiadakan. Aktivitas perbankan baru akan kembali normal pada 25 Maret 2026.
Direktur Utama BSG, , menegaskan bahwa kebijakan ini telah diperhitungkan secara matang agar tidak mengganggu kebutuhan nasabah.
“Kami memastikan ketersediaan dana di seluruh jaringan ATM tetap optimal, sehingga masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan nyaman,” ujarnya.
Mengantisipasi keterbatasan layanan tatap muka, BSG mendorong nasabah beralih ke layanan digital. Platform seperti BSG Touch, BSG QRIS, dan BSG Direct menjadi andalan untuk berbagai transaksi non-tunai, mulai dari transfer antar bank hingga pembayaran tagihan.
Langkah digitalisasi ini bukan sekadar alternatif, tetapi menjadi kunci utama menjaga kelancaran aktivitas keuangan selama libur panjang.
Di tengah meningkatnya aktivitas transaksi, BSG juga mengeluarkan peringatan keras terkait potensi kejahatan siber. Nasabah diminta untuk tidak membagikan data sensitif seperti PIN, password, maupun kode OTP kepada pihak mana pun.
Dengan kombinasi likuiditas besar dan optimalisasi layanan digital, BSG berupaya menjaga stabilitas layanan perbankan di tengah momentum Lebaran. Namun, masyarakat tetap dituntut lebih waspada dan adaptif, terutama dalam memanfaatkan layanan berbasis teknologi selama masa libur panjang ini.


